NARASITODAY.COM – Bullying tidak selalu berupa kekerasan fisik atau kata-kata kasar yang gamblang. Banyak tindakan bullying yang tersembunyi dalam bentuk candaan sehari-hari yang tampak ringan, namun sebenarnya dapat melukai perasaan dan mental korban. Berikut ini adalah 5 contoh candaan yang sering dianggap sekadar bercanda, tetapi sudah mengarah pada bullying:
-
Candaan yang Mengandung SARA
Membawa isu suku, agama, ras, dan antar golongan sebagai bahan candaan sangat sensitif. Misalnya mengatakan, “Pantesan pelit, Cina sih.” Candaan seperti ini bisa melukai dan memperkuat stereotip negatif. Walaupun niatnya hanya bercanda, efeknya bisa sangat merugikan dan menimbulkan konflik.​ -
Candaan tentang Fisik yang Menjatuhkan
Menertawakan ciri fisik seseorang, seperti kulit, bentuk tubuh, tinggi badan, atau warna kulit, misalnya “Udah pendek, item, keriting, hidup lagi.” Candaan semacam ini dapat membuat korban merasa rendah diri, termarjinalkan, dan bahkan merasa tertekan secara psikologis.​ -
Sindiran Kesalahan di Depan Umum
Menyindir atau mempermalukan seseorang atas kesalahannya di depan orang lain, seperti “Lain kali bilang dong kalau telat. Kasihan nih si Ayu.” Jenis candaan ini menyerang harga diri korban dan membuatnya sulit membela diri, sehingga termasuk bentuk bullying verbal.​ -
Candaan yang Menyindir Kemampuan atau Prestasi
Candaan merendahkan, misalnya, “Idenya bagus, tapi orang kayak kamu mana mampu ngerjainnya.” Ini menunjukkan sikap meremehkan yang bisa membuat korban merasa tidak dihargai dan dihakimi secara tidak fair.​ -
Candaan yang Mengandung Pelecehan atau Catcalling
Pujian yang bernuansa pelecehan seperti mengatakan “Cewek cantik amat sih kamu” dengan maksud merendahkan atau melecehkan juga merupakan bullying. Ini sering terjadi tanpa disadari, bahkan di antara teman dekat sekalipun.​
Dampak Negatif Candaan Berbalut Bullying
Candaan yang melukai perasaan bisa menyebabkan stres berat dan merasa tidak dihargai, bahkan berujung pada depresi dan trauma jiwa. Korban bullying dalam bentuk candaan pun seringkali sulit melawan karena dianggap terlalu sensitif atau “baper”. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berhati-hati dalam bercanda dan mulai menyadari bahwa tidak semua candaan itu lucu bagi semua orang.
Cara Menghindari Candaan Bullying
-
Pikirkan perasaan orang lain sebelum membuat candaan.
-
Hindari isu sensitif seperti SARA dan fisik.
-
Jangan menyinggung atau mempermalukan kesalahan orang di depan umum.
-
Gunakan humor yang ringan dan positif, tanpa menjatuhkan atau menyakiti.
-
Jika menerima keluhan dari orang lain, hargai dan jangan anggap remeh.
Dengan mengenali dan menghindari 5 jenis candaan di atas, kita dapat membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat dan saling menghargai tanpa bullying terselubung.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














