Dewi Perssik Speak Up Lawan Hoaks karena Alasan Emosional yang Mendalam

0
Dewi Perssik
Penyanyi dangdut Dewi Perssik. Foto : kapanlagi.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Penyanyi dangdut Dewi Perssik kembali menjadi sorotan setelah ancamannya untuk mempolisikan penyebar hoaks di media sosial. Di balik ketegasan tersebut, terungkap motivasi yang lebih dalam yang mendorongnya untuk selalu angkat bicara dan memberikan klarifikasi: melindungi keluarganya dari kecemasan.

Baru-baru ini, Dewi Perssik kembali menjadi target fitnah yang menyebut dirinya telah mengusir artis Irish Bella dari sebuah program televisi. Kabar bohong yang menyebar cepat ini membuatnya merasa harus segera bertindak.

Baca Juga :  Bangun Kecerdasan Emosional Anak dengan 5 Alasan Penting Beri Ruang Ekspresi

“Jadi mau gak mau ya aku harus klarifikasi. Bukan buat apa, tapi untuk menjaga keluarga besar saya juga,” kata Dewi Perssik saat ditemui di Studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, kemarin.

Dewi Perssik menyadari betul bahwa kabar negatif, terutama hoaks, sangat mengganggu ketenangan keluarganya, khususnya sang ibunda. Kekhawatiran dan kesedihan orang tua menjadi pendorong utama Dewi Perssik untuk segera meluruskan fakta di ranah publik.

Baca Juga :  Vanya Wijaya Ajak Generasi Muda Ikut Lomba Nyanyi Tingkat Nasional “Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I”

“Bahwa saya juga punya ibu yang harus saya jaga perasaannya, supaya mereka tenang,” tutur Dewi Perssik, menekankan bahwa ketenangan emosional keluarganya adalah prioritas.

Meskipun ia menyadari sulit untuk mengontrol persepsi semua orang, terutama di dunia maya di mana hoaks seringkali lebih mudah dipercaya, hal terpenting baginya adalah memastikan keluarganya mengetahui kondisi yang sebenarnya dan tidak meragukan integritasnya.

“Tidak ada masalah apa-apa di sini dan saya dalam keadaan aman-aman saja di sini,” jelasnya.

Baca Juga :  Mutia Ayu Geram Disebut Hidup dari Warisan Glenn Fredly

Melihat banyaknya masyarakat yang dengan mudah mempercayai berita hoaks, Dewi Perssik merasa memiliki kewajiban moral untuk bersuara. Tindakannya ini adalah bentuk pertanggungjawaban kepada orang-orang terdekatnya, sekaligus edukasi bagi publik.

“Karena bagaimanapun kan masyarakat Indonesia ini tidak semuanya, kalau kita ngelihat komenannya kan berarti tandanya kan lebih banyak percaya berita hoaksnya gitu,” pungkasnya, menggarisbawahi tantangan melawan arus informasi palsu.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com