NARASITODAY.COM, MEXICO CITY – Otoritas Meksiko mengumumkan penangkapan seorang terduga dalang di balik pembunuhan Wali Kota Uruapan, Carlos Alberto Manzo Rodríguez, yang tewas ditembak di depan umum awal November. Manzo, yang dikenal sebagai wali kota populer yang gigih memerangi kejahatan terorganisir, tewas setelah ditembak tujuh kali di sebuah plaza.
Kematian tragis Manzo, yang akrab disapa “Carlos Manzo,” telah memicu kemarahan publik dan demonstrasi besar anti-pemerintah, menyebabkan pengerahan pasukan federal ke negara bagian Michoacán yang rawan kekerasan.
Pemerintah Meksiko pada hari Rabu (19/11/2025) mengumumkan penangkapan Jorge Armando “N”, yang juga dikenal dengan julukan “El Licenciado.”
Kepala Keamanan Publik Omar Garcia Harfuch menggambarkan Jorge Armando sebagai pemimpin sel kriminal yang merencanakan pembunuhan Manzo. Ia juga dituduh melatih beberapa anggotanya cara menggunakan senjata.
“Penangkapan ini merupakan langkah kunci dalam membongkar struktur kriminal di balik serangan ini,” kata Harfuch kepada wartawan. “Akan ada lebih banyak penangkapan,” tegasnya, mengisyaratkan operasi lanjutan.
Pembunuhan Manzo, yang terjadi di pusat penghasil alpukat, Uruapan, Michoacán, menarik perhatian nasional. Media Meksiko melaporkan bahwa insiden ini diduga terkait dengan Kartel Generasi Baru Jalisco, salah satu kelompok perdagangan narkoba paling kuat di negara tersebut.
Manzo menjabat sebagai wali kota selama lebih dari satu tahun dan menjadi figur yang sangat populer di kalangan warga. Ia dijuluki “Bukele Meksiko,” merujuk pada Presiden El Salvador, Nayib Bukele, yang terkenal karena operasi kerasnya melawan geng kriminal.
Wali kota yang berani ini dikenal kerap melakukan pengejaran anggota geng dari udara dengan ciri khasnya mengenakan topi koboi. Manzo juga aktif mengkritik ketidakamanan di Michoacán melalui media sosial dan secara terbuka meminta dukungan pemerintah federal untuk mengatasi masalah tersebut.
Kematiannya memicu protes besar-besaran anti-pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum di Mexico City akhir pekan lalu, yang berakhir dengan lebih dari 100 orang terluka dan 19 orang ditangkap, menunjukkan dampak politik dan sosial dari pembunuhan tersebut.
Pembunuhan Carlos Manzo menyusul insiden kekerasan politik lainnya di Michoacán. Pada bulan Juni, Salvador Bastidas, Wali Kota Tacámbaro, tewas bersama pengawalnya saat tiba di rumahnya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com












