Warga Mengeluh Macet Akibat Truk Sampah, Komisi III DPRD Bogor Turun ke TPAS Galuga

0
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom.

NARASITODAY.COM, BOGOR- Usai kerja sama antara Kota Bogor dan Kabupaten Bogor soal pengelolaan dan pembuangan sampah di TPAS Galuga resmi diperpanjang, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor langsung turun ke lokasi buat ngecek kondisi di lapangan.

Kunjungan ini dilakukan buat nyerap keluhan dan suara warga yang selama ini ngerasain dampak aktivitas TPAS Galuga.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al-Muharom bilang, pihaknya pengin memastikan aspirasi masyarakat sekitar bener-bener masuk dan diakomodasi dalam perjanjian kerja sama yang baru.

“Kita mau denger langsung apa aja masukan dari warga yang terdampak di TPAS Galuga. Ada beberapa poin dari PKS sebelumnya yang sampai sekarang belum jalan. Jadi yang dulu belum direalisasikan harus dimasukin dan diwujudkan di PKS yang baru,” ujarnya sebagaimana dilansir dari aktualita. Kamis (04/12/25).

Baca Juga :  Empat Panti Pijat di Kemang Jelang Ramadhan Disidak Sat Pol PP

Menurut Aan, beberapa desa yang dekat dengan TPAS Galuga termasuk Desa Leuwiliang yang cuma dipisahkan Sungai Cianten menyampaikan sejumlah keluhan dan harapan.

Ada juga desa-desa lain yang ngerasa terdampak tapi belum pernah dapat kompensasi dari pemerintah.

“Tadi kita dengerin langsung apa harapan para kepala desa, warga, sampai Camat Leuwiliang dan Camat Cibungbulang,” ucapnya.

Selain soal kompensasi, warga juga menyoroti akses utama menuju TPAS Galuga. Jalan menuju lokasi disebut udah terlalu sempit, sementara armada sampah DLH lalu-lalang setiap hari. Warga minta jalan dilebarin biar aktivitas mereka nggak keganggu.

Baca Juga :  Terminal Bubulak Ditambal Dengan Bongkahan Aspal, Ini Penjelasannya

Nggak cuma itu, warga juga menilai perlu ada kantong parkir khusus buat armada sampah. Tujuannya biar truk yang antre masuk ke TPAS nggak numpuk di pinggir jalan dan bikin macet.

“Lahan buat kantong parkir ini harus dibebaskan sama pemerintah. Kota Bogor dan Kabupaten Bogor harus kerja bareng supaya lalu lintas tetap lancar dan warga nggak keganggu,” jelas Aan.

Aan bilang, kebutuhan lahan buat kantong parkir diperkirakan sekitar 5.000 meter persegi, cukup buat nampung armada yang keluar-masuk TPAS setiap hari.

Baca Juga :  Usai Demo, Warga dan Pengusaha Tambang Bogor Barat Ngopi Bareng Bupati

“Dari aspirasi tadi, kebutuhan kantong parkir sekitar 5.000 meter persegi. Nanti akan kita tindak lanjuti dan rekomendasikan ke pemerintah daerah,” ujarnya..

Sementara itu, Herman, salah satu warga Galuga, mengaku aktivitas armada sampah sering bikin kemacetan dan ganggu warga.

“Mobil-mobil sampah kalau lewat tuh sering banyak banget. Pas masuk suka antre, jadi macet. Kami warga jadi keganggu,” katanya.

“Kami minta Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Kota Bogor perhatian sama hal-hal kayak gini. Jangan sampai aktivitas warga jadi terganggu,” tegasnya.

Editor : Andreas