Masyarakat Diminta Siaga Menyusul Peringatan BMKG tentang Siklon Tropis Ganda

0
BMKG
Ilustrasi bibit siklon tropis 91S.foto : dok. BMKG

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai pergerakan dua bibit siklon tropis yang berpotensi mendekati dan memengaruhi cuaca di wilayah Indonesia. Peringatan yang diunggah melalui akun resmi BMKG, merujuk pada pemantauan dari Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Indonesia.

Kedua bibit siklon ini, meskipun saat ini berpotensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh dalam 24 hingga 72 jam ke depan, diprediksi akan membawa dampak tidak langsung berupa peningkatan intensitas hujan dan tinggi gelombang di beberapa daerah.

Bibit siklon pertama, 93W, awalnya terdeteksi di Pasifik Timur dan Laut Papua. Kini, pusatnya telah bergeser dan berada di sekitaran Kepulauan Samar, Filipina, di sebelah utara Sulawesi Utara (Sulut).

Baca Juga :  Badan Meteorologi Catat 921 Gempa Susulan di Wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara

“Kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara minimum 1005 hPa,” tulisnya Minggu, dilansir Senin (8/12/2025).

Meskipun pergerakannya perlu diwaspadai, potensi bibit ini untuk membesar masih dalam kategori terkendali.

“Potensi Bibit Siklon Tropis 93W untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori rendah,” lanjut BMKG.

Namun, dampaknya diperkirakan akan terasa dalam 24 hingga 72 jam ke depan, hingga Senin (8/12/2025) pukul 19.00 WIB, dengan intensitas hujan sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dan Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Perjuangan Petani Kepiting Bulu Menghadapi Musim Panas Terpanas Sejak 1961

Bibit siklon kedua, 91S, terbentuk pada hari Minggu di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat daya Lampung. Bibit ini membawa potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatra bagian selatan dan perairan sekitarnya.

“Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1010 hPa,” tulis BMKG.

Sama halnya dengan 93W, potensi 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh dalam 24–72 jam ke depan juga ditetapkan dalam kategori rendah.

Baca Juga :  Petugas KRL Gagalkan Penumpang Bawa Obat Terlarang di Stasiun Cilejit

Kendati demikian, dampak tidak langsung dari 91S hingga 8 Desember ini diperkirakan membawa hujan sedang hingga lebat di Bengkulu dan Lampung. Selain itu, bibit ini memicu peringatan maritim:

  • Gelombang moderat (1,25–2,5 meter) diprediksi terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, perairan barat Lampung, dan Samudra Hindia selatan Jawa.

Peringatan BMKG ini berfungsi sebagai pengingat kritis bagi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan pengguna transportasi laut, untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan meningkatkan kewaspadaan guna menghindari risiko bencana hidrometeorologi.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com