Dhini Aminarti & Dimas Seto Ceritakan Pengalaman Mengharukan Syuting Bareng di Mengejar Restu

0
foto : detikhot/ detikcom

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Bagi Dhini Aminarti, air mata menjadi bagian yang tidak terpisahkan selama proses syuting film terbarunya, Mengejar Restu. Berbeda dari proyek sebelumnya, kali ini ia beradu akting dengan sosok yang sudah puluhan tahun menemani hidupnya—sang suami, Dimas Seto.

Dhini mengaku bekerja bersama pasangan justru membuat proses kreatif terasa lebih mendalam. Diskusi mereka mengenai skenario dilakukan tanpa batas, baik saat di lokasi maupun di rumah.

Baca Juga :  Sinopsis WIND UP: Drama Bisbol Coming-of-Age Jeno & Jaemin NCT DREAM

“Enaknya syuting sama pasangan, kami bisa bedah skenario bareng. Aku sering nanya Mas Dimas, dan Mas Dimas memberi banyak masukan,” ujarnya saat Press Conference dan Special Screening di XXI Epicentrum, Jakarta.

Keterbukaan mereka sebagai suami istri membuat setiap adegan semakin hidup. Dhini menyebut ekspresi emosional tokoh Dania yang ia perankan menjadi lebih jujur, terutama saat menangis—baik dalam adegan bahagia maupun ketika terluka.

Baca Juga :  36 Tahun Perjalanan KLa Project, Momen Ulang Tahun Ke-36 dengan Konser Aeternitas

Dimas Seto pun merasakan hal yang sama. Baginya, kedalaman cerita dalam Mengejar Restu berhasil diperkaya melalui pengalaman dan obrolan panjang yang mereka bagi sebagai pasangan.

“Kami bisa mengolah rasa dan emosi bersama,” ungkapnya.

Film produksi Bahagia Pictures ini menghadirkan drama keluarga penuh kehangatan dan ujian. Kisah Dania dan Faiz—pasangan yang diperankan Dhini dan Dimas—menyoroti tekanan keluarga besar, perjuangan meraih restu, hingga pertaruhan komitmen dalam rumah tangga.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Kasus Nuansa Bening, Tim Kuasa Hukum Vidi Aldiano Resmi Terdaftar di Pengadilan

Mengejar Restu rencananya tayang 11 Desember 2025 dan turut melibatkan empat pasangan nyata, termasuk Arie Untung–Fenita Arie, Rezky Aditya–Citra Kirana, serta Hengky Tornando–Baby Zelvia.

Produser Bahagia Pictures, Novandrian, berharap film ini dapat memberi ruang refleksi bagi penonton.

“Kami ingin pesan dan proses kreatif film ini bisa dipahami dan dirasakan semua orang,” ujarnya. (MG3) 

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikhot