Krisis Venezuela Semakin Memanas, Kolombia Mendukung Transisi dan Dialog Diplomatik

0
Kolombia
Ilustrasi bendera Kolombia. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BOGOTA – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, secara terbuka mendesak Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, untuk mundur dari jabatannya secara damai, menekankan bahwa Venezuela sangat membutuhkan pemulihan demokrasi yang telah hilang dari tangan rakyat. Dorongan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Caracas dan Washington terkait operasi militer AS di perairan Karibia.

Petro, dalam pernyataannya, mengaitkan kebutuhan transisi politik di Venezuela dengan upaya menjaga stabilitas regional dari agresi eksternal.

“Pemerintahan Maduro harus paham bahwa respons agresi eksternal bukan hanya mengenai mobilisasi militer, tapi juga revolusi demokrasi. Ini lebih dari demokrasi yang dipertahankan sebuah negara, ini lebih kepada represi yang tidak efisien,” tutur Petro, dikutip dari Mercopress, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga :  Delcy Rodriguez Resmi Dilantik Jadi Presiden Venezuela, Kecam Penangkapan Maduro oleh AS

Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan antara AS dan Venezuela meningkat setelah Amerika Serikat menerjunkan militernya di Laut Karibia dan pesisir Venezuela dengan dalih memberantas penyelundupan narkoba.

Merespons krisis tersebut, Kolombia menawarkan jalan keluar diplomatik. Menteri Luar Negeri Kolombia, Rosa Villavicencio, mengumumkan bahwa Bogota siap memberikan suaka politik kepada Maduro jika ia memilih meninggalkan negaranya. Tawaran ini merupakan bagian dari negosiasi untuk memuluskan transisi pemerintahan di negara tetangganya itu.

“Apakah Kolombia harus menerima Maduro untuk mengasingkan diri? Ya, tentu saja. Kolombia mendukung dialog dan negosiasi diplomatik untuk menurunkan tensi dan mempersiapkan segala bentuk transisi pemerintahan,” ungkap Villavicencio, dikutip dari The Latin Times.

Villavicencio menekankan bahwa langkah ini penting untuk mengembalikan stabilitas politik di Venezuela. Ia menambahkan bahwa Kolombia mendukung penuh negosiasi yang dapat mengakhiri ketegangan.

Baca Juga :  Kementerian PU Gelar Aksi Pemeliharaan Infrastruktur Sambut HUT ke-80 RI

“Ketegangan antara AS dan Venezuela, jika diperlukan harus memasuki masa transisi dan berarti Maduro harus pergi. Ini harus menjadi solusi dalam situasi di kawasan sekarang. Sejauh ini, mereka belum meminta kami untuk memediasi dalam menurunkan tensi,” paparnya, dilansir dari Colombia One.

Di tengah upaya mediasi Kolombia terhadap krisis Venezuela, hubungan Bogota dan Washington justru tegang. Kolombia masih menjaga hubungan baik dengan AS, meskipun Presiden Petro dan Presiden AS, Donald Trump, terlibat perselisihan yang menimbulkan kerenggangan relasi dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :  ASN Kabupaten Bogor Tingkatkan Kesadaran Energi Lewat Gerakan Bersepeda dan Carpooling

Ketegangan muncul setelah Trump mengatakan bahwa negara mana pun yang menyelundupkan narkoba layak diserang, dan menyebut Kolombia berpotensi menjadi target karena ikut menyelundupkan narkoba ke AS.

Presiden Petro menanggapi ancaman tersebut dengan keras, menyebut pernyataan Trump hanya disebabkan kurangnya informasi.

“Trump sangat kurang mengetahui kondisi di Kolombia. Ini sungguh miris karena dia menolak untuk tahu ketika mayoritas dari kokain diselundupkan. Sepertinya terdapat orang yang menipunya,” terang Petro.

Petro menilai Trump belum sepenuhnya memahami upaya dan kondisi pemberantasan narkoba di Kolombia.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com