
NARASITODAY.COM, LONDON – Keheningan pagi di kawasan pusat pemerintahan Westminster, London, berubah menjadi ketegangan pada Kamis (18/12/2025) waktu setempat. Area yang biasanya dipadati oleh para politisi dan wisatawan tersebut terpaksa ditutup total setelah sebuah paket mencurigakan ditemukan tergeletak, memicu operasi darurat tim penjinak bom.
Laporan pertama masuk ke Kepolisian Metropolitan London (Met Police) sekitar pukul 07.30 pagi. Tanpa membuang waktu, petugas segera mensterilkan area College Green dan membentangkan garis polisi mulai dari Jewel Tower hingga Millbank House, menciptakan zona steril di tengah jantung politik Inggris.
Di bawah pengawasan ketat, tim penjinak bom mengerahkan kendaraan robot kendali jarak jauh menuju sebuah benda yang berada di dekat patung Knife Edge. Robot tersebut kemudian melakukan ledakan terkendali (controlled explosion) untuk melumpuhkan potensi ancaman.
Para pejalan kaki dan warga yang sedang melintas di area taman awalnya hanya diminta menjauh ke jalan-jalan sekitar. Namun, seiring meningkatnya prosedur keamanan, petugas memerintahkan evakuasi ke titik yang lebih jauh untuk memastikan keselamatan publik saat proses peledakan dilakukan.
Seorang saksi mata yang berada di lokasi menceritakan pengalamannya saat menunggu dalam ketidakpastian. Menurutnya, secara visual benda tersebut tidak tampak menonjol.
“Benda itu tidak tampak sangat mengancam, dan setelah robot masuk melakukan tugasnya, kami diizinkan kembali ke taman setelah menunggu sekitar 45 menit,” ujarnya sebagaimana dikutip pada Jumat (19/12/2025).
Saksi tersebut juga menambahkan bahwa dinamika di lapangan cukup cair karena petugas terus memastikan warga berada di jarak aman. Ia menyebutkan bahwa petugas sempat meminta warga berpindah lokasi beberapa kali demi alasan keamanan selama proses peledakan terkendali berlangsung.
Drama singkat yang melumpuhkan Westminster ini berakhir sekitar pukul 08.15 pagi. Setelah tim penjinak bom melakukan penyisiran akhir dan menyatakan situasi aman, garis polisi pun dibuka kembali. Masyarakat diizinkan beraktivitas normal di area College Green setelah penutupan yang berlangsung kurang lebih 45 menit tersebut.
Hingga saat ini, pihak Kepolisian Metropolitan belum merinci isi dari paket yang diledakkan itu. Namun, mereka memastikan bahwa tidak ada ancaman lanjutan bagi kawasan yang menjadi simbol kekuasaan Inggris tersebut.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













