
NARASITODAY.COM, PATNA – Sebuah rekaman video berdurasi singkat telah memicu gelombang kemarahan yang melintasi batas negara bagian Bihar, India. Nitish Kumar, Kepala Menteri Bihar sekaligus tokoh kunci dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, kini berada di pusaran kritik tajam setelah tertangkap kamera menarik turun hijab seorang perempuan Muslim di depan umum.
Insiden yang menggegerkan publik ini terjadi di kediaman resmi Kumar saat upacara penyerahan surat pengangkatan bagi praktisi pengobatan tradisional. Di atas panggung yang seharusnya menjadi tempat penghormatan atas dedikasi profesi, suasana berubah menjadi tegang dalam hitungan detik.
Saat Nusrat Parveen, seorang praktisi medis Muslim, mendekat untuk menerima surat pengangkatannya dengan wajah tertutup hijab, Kumar tiba-tiba bereaksi. “Apa ini?” serunya sebelum mencondongkan tubuh dan menarik paksa kain penutup wajah wanita tersebut ke bawah.
Dalam rekaman yang kini viral, Parveen tampak terkejut dan mematung sebelum petugas segera membimbingnya menjauh. Bahkan Wakil Kepala Menteri Samrat Choudhary yang duduk di samping Kumar terlihat sempat menarik lengan baju sang menteri, seolah berusaha meredam tindakan impulsif rekan sejawatnya tersebut.
Aksi ini tak pelak mengundang reaksi keras dari Amnesty International. Organisasi hak asasi manusia tersebut menilai tindakan tersebut bukan sekadar perilaku tidak sopan, melainkan pelanggaran serius terhadap identitas individu.
“Tindakan ini merupakan serangan terhadap martabat, otonomi, dan identitas wanita ini,” tegas Kepala Amnesty International India, Aakar Patel, dalam pernyataan resminya, Jumat (19/12/2025).
Patel menambahkan bahwa preseden yang dilakukan oleh pejabat publik ini sangat berbahaya bagi tatanan sosial.
“Ketika seorang pejabat publik secara paksa menarik jilbab seorang wanita, hal itu mengirimkan pesan kepada masyarakat umum bahwa perilaku ini dapat diterima. Tidak seorang pun berhak untuk mengatur keyakinan atau pakaian seorang wanita,” lanjutnya.
Menurut Patel, kejadian ini mengikis fondasi kebebasan beragama di India. “Tindakan seperti itu memperdalam rasa takut, menormalisasi diskriminasi, dan mengikis fondasi kesetaraan dan kebebasan beragama. Pelanggaran ini menuntut kecaman dan pertanggungjawaban yang tegas,” pungkasnya.
Di dalam negeri, badai politik menghantam Kumar. Partai oposisi utama di Bihar, Rashtriya Janata Dal, mempertanyakan stabilitas mental sang menteri. “Apa yang terjadi pada Nitish? Kondisi mentalnya sekarang telah mencapai kondisi yang benar-benar menyedihkan…” tulis partai tersebut saat membagikan video insiden itu di media sosial X.
Manoj Jha, anggota parlemen oposisi, menyebut visual tersebut “sangat meresahkan” dan menuntut perhatian serius dari pemerintah pusat. Sementara itu, Partai Kongres secara nasional melabeli tindakan tersebut sebagai perbuatan “keji” dan menuntut Kumar segera meletakkan jabatannya.
“Seorang pria yang menduduki posisi tertinggi di Bihar secara terbuka melakukan tindakan keji seperti itu. Pikirkanlah – seberapa amankah perempuan di negara bagian ini? Nitish Kumar harus segera mengundurkan diri karena perilaku menjijikkan ini,” tegas pernyataan Partai Kongres.
Kini, masalah ini telah memasuki ranah hukum. Melansir Arab News, sebuah aduan resmi telah dilayangkan ke pihak kepolisian terhadap Nitish Kumar. Di tengah sorotan dunia internasional, publik India kini menanti apakah ada konsekuensi nyata bagi sang pejabat di balik aksi yang dianggap merendahkan martabat perempuan tersebut.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













