Cianjur Diguncang Resign Massal Pejabat, Roda Pemerintahan di Ujung Tantangan Berat

0
Cianjur
Beginilah suasana di Gedung Pendopo Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Foto : sisijabar.com

NARASITODAY.COM, CIANJUR – Kursi panas pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Cianjur kembali berguncang. Di tengah hiruk-pikuk pelayanan publik di akhir tahun, satu per satu pejabat teras di lingkungan Pemkab Cianjur memilih untuk melepaskan jabatan struktural mereka.

Kabar terbaru datang dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ayi Reza Addairobi. Sosok yang akrab disapa Robi ini menjadi pejabat keenam yang memutuskan hengkang dari jabatan strategisnya dalam kurun waktu berdekatan. Uniknya, ini bukan kali pertama Robi melakukan “manuver” serupa; sebelumnya ia sempat mundur dari jabatan Kepala BKPSDM sebelum akhirnya memimpin Disbudpar.

Baca Juga :  Mahasiswa OKP Cipayung Plus Desak Transparansi Pemkab Cianjur

Langkah mundurnya Robi menambah daftar panjang kekosongan jabatan definitif di Kabupaten Cianjur. Namun, alih-alih benar-benar keluar dari lingkungan pemerintahan, Robi memilih jalan sunyi dengan beralih profesi menjadi tenaga fungsional.

Kepala BKPSDM Kabupaten Cianjur, Kaos Koswara, mengonfirmasi perpindahan posisi sejawatnya tersebut.

“Jadi mundur dari jabatan struktural, tetapi langsung dialihkan ke jabatan fungsional di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (21/12/2025).

Di sisi lain, Robi sendiri memiliki pandangan berbeda mengenai diksi “mundur” yang disematkan kepadanya. Bagi Robi, ini hanyalah soal perpindahan jalur pengabdian yang sudah direncanakan matang.

Baca Juga :  Anies Baswedan Kritik Keras Praktik Jabatan Transaksional dalam Pemerintahan

“Saya tidak mundur dari jabatan Kepala Dinas, tetapi hanya beralih dari jabatan struktural ke fungsional,” ungkap Robi. Menurutnya, proses ini bukan terjadi secara mendadak. Ia mengaku usulan beralih ke fungsional sudah diajukan sejak beberapa bulan lalu, namun surat persetujuannya baru turun di penghujung tahun. “Baru disetujui pada awal Desember 2025,” tambahnya.

Mundurnya Robi seolah melengkapi teka-teki besar mengenai kondisi internal birokrasi di Cianjur. Sebelum Robi, publik sudah dikejutkan dengan pengunduran diri lima pejabat penting lainnya, mulai dari pimpinan rumah sakit hingga pemegang otoritas administratif tertinggi di daerah.

Baca Juga :  Korban Kecelakaan Kapal Migran di Perairan Afrika Barat Bisa Lebih dari 100 Orang

Berikut daftar pejabat Cianjur yang telah melepaskan jabatannya sebelum Ayi Reza Addairobi:

  • Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur.
  • Kepala Dinas Kesehatan.
  • Direktur Utama Perumda Tirta Mukti (BUMD).
  • Direktur Utama RSUD Cimacan.
  • Direktur Utama RSUD Pagelaran.

Kekosongan pimpinan di berbagai lini krusial ini tentu menjadi tantangan berat bagi roda pemerintahan Kabupaten Cianjur, terutama dalam memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan stabil di tengah banyaknya jabatan yang kini harus diisi oleh pelaksana tugas (Plt).***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com