NARASITODAY.COM, JAKARTA – Aroma kemenangan masih terasa kental dari sarung tinju para atlet Indonesia yang baru saja berlaga di SEA Games ke-33 Thailand. Debut kepengurusan Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) di bawah kepemimpinan Ray Zulham Farras Nugraha berbuah manis dengan torehan sembilan medali bagi Merah Putih.
Dalam ajang bergengsi tersebut, tim tinju Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu. Keberhasilan ini disambut haru sekaligus bangga oleh sang Ketua Umum yang menyaksikan langsung tetesan keringat para atlet di atas ring.
“Saya melihat langsung bagaimana perjuangan anak-anak untuk memberikan prestasi terbaik Indonesia tercinta. Mereka tampil luar biasa dari ronde awal hingga akhir dalam kondisi prima,” ujar Ray Zulham Farras Nugraha dengan penuh apresiasi.
Sebagai bentuk nyata rasa syukur dan dukungan, Ray yang baru saja mencatatkan debut kepemimpinannya di multi-event internasional ini, langsung mengucurkan bonus pribadi bagi para pahlawan olahraga tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari budaya baru di tubuh Perbati untuk menghargai setiap tetes keringat atlet.
“Makanya, saya bersyukur di debut pertama Perbati pada multi-event internasional SEA Games ke-33 Thailand telah melahirkan 1 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu,” sambungnya.
Tak tanggung-tanggung, peraih emas diganjar bonus sebesar Rp 200 juta. Sementara itu, peraih medali perak menerima masing-masing Rp 20 juta, dan peraih perunggu masing-masing mendapatkan Rp 10 juta. Namun, di balik nilai nominal tersebut, ada pesan menyentuh yang dititipkan sang Ketua Umum.
“Perbati punya tradisi menghargai prestasi. Bonus ini sebagai tanda simpati dan juga sebagai pelecut motivasi mereka agar bisa meraih prestasi lebih tinggi lagi ke depan. Kami selalu berpesan agar mereka memanfaatkan bonus dari Perbati maupun dari pemerintah nanti bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan juga membantu keluarga,” jelas Ray.
Meski perolehan medali kali ini cukup memuaskan, Ray mengingatkan anak asuhnya agar tidak terjebak dalam euforia sesaat. Baginya, SEA Games 2025 hanyalah batu loncatan menuju panggung yang lebih besar: Asian Games Nagoya 2026 dan puncaknya, Olimpiade Los Angeles 2028.
Ia memiliki visi besar untuk mengembalikan marwah tinju amatir Indonesia yang dulu sempat menjadi raksasa di kancah Asia bahkan dunia.
“Tinju amatir Indonesia itu pernah berjaya dengan melahirkan petinju peraih medali emas Asian Games serta menembus perempat final Olimpiade. Saya yakin petinju Indonesia bisa mengulang prestasi terdahulu,” tegas Ray optimis.
Dengan dukungan penuh dari organisasi dan kedisiplinan para atlet, publik kini menaruh harapan besar bahwa sarung tinju Indonesia akan kembali bicara banyak di panggung dunia dalam beberapa tahun ke depan.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













