Rekor Baru Eksekusi Mati di Arab Saudi Tahun 2025, Lebihi Tahun Sebelumnya!

0
Arab Saudi
Ilustrasi bendera arab.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, RIYADH – Di balik gemerlap pembangunan megaproyek Neom dan ambisi menjadi pusat olahraga dunia, Arab Saudi mencatatkan rapor merah dalam catatan hak asasi manusia. Sepanjang tahun kalender 2025, otoritas kerajaan resmi memecahkan rekor eksekusi mati tertinggi dalam sejarah negara tersebut.

Berdasarkan tabulasi data yang dihimpun AFP pada Kamis (1/1/2026), sebanyak 356 orang telah dieksekusi sepanjang tahun 2025. Angka ini melampaui rekor tertinggi sebelumnya pada tahun 2024 yang mencatat 338 eksekusi.

Lonjakan tajam ini merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan tangan besi Riyadh dalam “perang melawan narkoba”. Sejak mencabut moratorium hukuman mati kasus narkotika pada akhir 2022, mesin eksekusi kerajaan seolah tidak berhenti bekerja.

Baca Juga :  Jaksa Korea Selatan Tuntut Hukuman Mati untuk Mantan Presiden Yoon Suk Yeol

Data resmi pemerintah menunjukkan bahwa 243 orang lebih dari separuh total eksekusi dihukum mati atas pelanggaran terkait narkotika. Di lapangan, kebijakan ini termanifestasi dalam pengetatan keamanan yang masif. Pos pemeriksaan polisi kini menjamur di jalan-jalan raya utama dan perbatasan darat.

Langkah drastis ini diambil karena posisi Arab Saudi yang rentan terhadap peredaran zat terlarang.

Baca Juga :  Arab Saudi Umumkan Dukungan Dana untuk Palestina, Tegaskan Komitmen terhadap Solusi Dua Negara

“Perekonomian terbesar di dunia Arab juga merupakan salah satu pasar terbesar bagi captagon, sebuah stimulan terlarang yang merupakan ekspor terbesar Suriah di bawah pemimpin terguling Bashar al-Assad,” tulis laporan data PBB.

Fenomena ini menciptakan wajah ganda bagi Arab Saudi. Di satu sisi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) gencar mempromosikan “Visi 2030” untuk menyulap kerajaan menjadi destinasi wisata global dan tuan rumah Piala Dunia 2034. Di sisi lain, bayang-bayang tiang gantungan dan pedang eksekutor tetap menjadi realitas hukum yang tak terelakkan.

Baca Juga :  Haikal Hassan Belum Berkomentar Soal Ancaman Penangkapan di Arab Saudi

Para aktivis HAM menilai tren ini sebagai anomali bagi negara yang sedang berusaha mencitrakan diri sebagai bangsa yang moderat dan terbuka. Namun, Riyadh tetap bergeming. Pemerintah menegaskan bahwa penerapan hukuman mati adalah instrumen krusial demi menjaga ketertiban umum dan melindungi masyarakat dari ancaman kriminalitas berat.

Statistik Eksekusi Arab Saudi (2024-2025)

Tahun Total Eksekusi Kategori Dominan
2024 338 orang Terorisme & Kriminal Umum
2025 356 orang Narkotika (243 kasus)

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com