NARASITODAY.COM, CRANS-MONTANA – Suasana kemeriahan malam pergantian tahun di resor ski elite Crans-Montana, Swiss, berubah menjadi mimpi buruk yang memilukan. Sebuah kebakaran hebat melanda Bar Le Constellation pada Kamis (1/1/2026) dini hari, menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai 115 lainnya tepat saat perayaan mencapai puncaknya.
Tempat yang biasanya menjadi pusat gaya hidup mewah para wisatawan dan remaja itu berubah menjadi kawah api dalam hitungan menit. Jeritan kebahagiaan menyambut tahun baru seketika berganti dengan teriakan minta tolong di tengah kepungan asap hitam.
Petaka bermula sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Saksi mata menggambarkan betapa cepatnya si jago merah melahap bangunan yang didominasi material kayu tersebut. Dua warga Prancis, Emma dan Albane, yang berhasil menyelamatkan diri melalui tangga sempit, menceritakan detik-detik awal bencana.
“Api bermula dari area basement setelah sebuah botol dengan lilin pesta terlalu dekat dengan bagian langit-langit yang terbuat dari kayu. Api langsung menjalar dengan cepat,” kata mereka, menggambarkan betapa dekorasi “fountain candle” pada botol sampanye diduga menjadi pemicu awal.
Seorang saksi lain, Samuel Rapp (21), melukiskan suasana mencekam saat kepanikan massal terjadi.
“Ada orang-orang berteriak, lalu tubuh-tubuh tergeletak di tanah. Mereka ditutup dengan jaket,” kenang Samuel dengan nada bergetar.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, menyatakan bahwa ini adalah salah satu tragedi terbesar yang pernah melanda negara pegunungan tersebut. Melalui platform X, Parmelin mengungkapkan duka mendalamnya.
“Apa yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan pada hari pertama tahun baru berubah menjadi duka yang menyentuh seluruh negeri dan dunia,” ujar Parmelin. Ia menambahkan, “Sebagian besar korban adalah anak muda.”
Jaksa setempat, Beatrice Pilloud, menyatakan penyelidikan resmi telah dibuka untuk mendalami kemungkinan kelalaian prosedur keselamatan. Meskipun sempat ada laporan mengenai ledakan, otoritas menekankan bahwa indikasi sementara mengarah pada kecelakaan murni, bukan aksi teror.
Hingga Kamis malam, area di sekitar Bar Le Constellation masih ditutup rapat oleh tenda-tenda forensik. Tim medis mengalami kesulitan besar dalam mengidentifikasi jenazah karena kondisi luka bakar yang sangat parah. Para ahli kini bergantung pada catatan gigi dan tes DNA untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Mengingat Crans-Montana adalah destinasi internasional, korban jiwa mencakup warga dari berbagai negara:
- Italia: 6 warga dilaporkan hilang, 13 lainnya dirawat di RS.
- Prancis: 8 warga dilaporkan hilang; Presiden Emmanuel Macron telah menawarkan bantuan medis khusus untuk penanganan luka bakar.
- Swiss: Puluhan korban lainnya kini tersebar di rumah sakit di Lausanne, Zurich, hingga lintas batas ke Prancis.
Tragedi ini terjadi di saat Crans-Montana tengah bersiap menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Ski Alpine tahun depan. Namun, gairah olahraga tersebut kini tertutup oleh awan duka.
Ratusan orang berkumpul di dekat lokasi kejadian pada Kamis malam, bukan untuk berpesta, melainkan untuk menyalakan lilin dan meletakkan bunga di atas salju. Di tengah suhu dingin Alpen, Swiss kini meratapi hilangnya satu generasi muda dalam sebuah malam yang seharusnya penuh harapan.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














