NARASITODAY.COM, KOTA VATIKAN – Paus Leo XIV menyampaikan pesan mendalam yang menggetarkan nurani dunia. Menanggapi drama politik luar biasa di Amerika Latin, pemimpin tertinggi umat Katolik itu menyerukan agar Venezuela tetap berdiri sebagai negara yang berdaulat, menyusul penggulingan Presiden Nicolas Maduro oleh kekuatan Amerika Serikat.
Paus Leo, yang mencatatkan sejarah sebagai Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat, tak mampu menyembunyikan keprihatinannya. Dari jendela Istana Apostolik, ia menatap ribuan peziarah dan mengingatkan bahwa di atas ambisi politik, ada hukum internasional dan martabat manusia yang harus dijaga.
Seruan Paus ini muncul hanya sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana Washington untuk mengambil alih sementara Venezuela negara dengan cadangan minyak raksasa tersebut setelah operasi penangkapan Maduro berhasil dilakukan.
Dalam doa Minggu yang khusyuk, Paus Leo XIV menegaskan bahwa jalan keluar dari krisis ini tidak boleh melangkahi konstitusi negara yang bersangkutan.
“Kita tidak boleh menunda upaya mengakhiri kekerasan dan memulai jalan keadilan dan perdamaian, sambil menjamin kedaulatan negara,” kata Paus di hadapan para peziarah yang terdiam menyimak.
Bukan rahasia lagi bahwa Paus Leo sering kali berseberangan dengan kebijakan sayap kanan Presiden Trump. Pada Desember lalu, ia telah memberikan peringatan keras agar Amerika Serikat tidak menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan kekuasaan di Caracas. Namun kini, ketika Maduro sudah mendekam di pusat penahanan New York untuk menghadapi tuduhan narkoba, Paus kembali mengingatkan tentang prioritas kemanusiaan.
Baginya, rakyat Venezuela yang telah menderita bertahun-tahun akibat krisis tidak boleh menjadi bidak dalam catur politik global.
“Kebaikan rakyat Venezuela yang terkasih harus mengatasi semua kepentingan lain,” tegasnya, menekankan bahwa hak asasi manusia adalah harga mati dalam proses transisi ini.
Vatikan kini terus memantau situasi dari jam ke jam, berharap agar pergantian kekuasaan yang drastis ini tidak memicu pertumpahan darah yang lebih besar di jalan-jalan Caracas. Dengan penangkapan Maduro, dunia kini menunggu apakah seruan Paus untuk “jalan keadilan” akan didengar oleh Gedung Putih, atau justru tenggelam dalam ambisi penguasaan sumber daya energi.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














