
NARASITODAY.COM, BOGOR – Riuh rendah aktivitas Minggu siang di Stasiun Bogor mendadak berubah menjadi kepanikan kecil ketika asap dan percikan api muncul dari atap peron. Pada pukul 12.30 WIB, sebuah insiden kebakaran melanda kanopi Jalur VIII, memaksa petugas bergerak cepat mensterilkan area dari kerumunan penumpang yang sedang menanti perjalanan.
Kejadian yang berlangsung di tengah cuaca Bogor ini diduga kuat dipicu oleh masalah teknis pada jaringan kabel atas. Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) menjadi yang pertama menyadari adanya bahaya yang mengintai di instalasi listrik tersebut.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa situasi mulai terpantau kritis hanya beberapa menit setelah laporan pertama masuk.
“Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di atap kanopi Jalur VIII Stasiun Bogor. Berdasarkan laporan dari PPKA Bogor, terpantau adanya percikan api yang berasal dari kabel instalasi listrik,” ujar Franoto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/1/2026).
Melihat percikan api yang terus menyambar pada pukul 12.33 WIB, pihak KAI langsung mengambil langkah preventif dengan memutus aliran listrik dan berkoordinasi dengan PLN. Fokus utama petugas adalah memastikan api tidak merambat ke badan kereta atau menjalar ke peron lainnya.
Demi keselamatan, pemandangan tak biasa terjadi di Jalur VIII. Kereta Api 1014 yang sedianya siap diberangkatkan terpaksa “diungsikan” dari posisinya.
“Sebagai langkah antisipasi keselamatan, Kereta Api 1014 yang berada di Jalur VIII dilakukan langsir menjauh dari area percikan. Selain itu, area Jalur VIII Stasiun Bogor langsung disterilkan dari penumpang guna mencegah potensi risiko,” kata Franoto menambahkan.
Setelah upaya pemadaman intensif selama hampir setengah jam, ketegangan mulai mereda. “Pada pukul 12.57 WIB, percikan api dinyatakan telah padam dan kondisi dinyatakan aman,” tuturnya.
Meski sempat terjadi kepanikan, KAI memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Layanan kereta berangsur normal setelah petugas memastikan instalasi di area tersebut tidak lagi membahayakan.
Franoto menutup keterangannya dengan meminta masyarakat untuk tetap waspada dan kooperatif saat terjadi kendala teknis. “KAI Daop 1 Jakarta mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Hingga sore hari, pemantauan ketat masih dilakukan di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul dari kabel instalasi tersebut.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com












