NARASITODAY.COM, JAKARTA – Aktivitas sekolah yang kembali normal, sebuah peringatan kesehatan muncul bagi para orang tua. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan temuan 62 kasus Influenza Subclade K, atau yang populer dijuluki “Super Flu”, di wilayah Indonesia. Mirisnya, virus ini paling gemar menyerang tubuh mungil anak-anak.
Data statistik menunjukkan bahwa kelompok usia 1 hingga 10 tahun mendominasi angka infeksi dengan persentase mencapai 35 persen. Meski gejalanya serupa dengan flu musiman, kecepatan penyebarannya di lingkungan anak-anak menjadi perhatian serius para ahli medis.
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), mengingatkan bahwa perlindungan terbaik dimulai dari disiplin di rumah dan sekolah. Baginya, menghadapi Super Flu bukan hanya soal obat, melainkan tentang membangun benteng pertahanan tubuh melalui gaya hidup.
“Intinya di penerapan kembali PHBS, imunisasi influenza dan nutrisi bergizi tinggi serta mengurangi asupan makanan tak sehat yang tinggi gula dan UPF (ultraprocessed food),” ucap dr. Piprim sebagaimana dikutip dari detikHealth, Senin (5/1/2026).
Dokter Piprim menekankan agar etika batuk dan penggunaan masker bagi anak yang kurang fit kembali didisiplinkan, terutama di lingkungan kelas yang padat.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, mencoba meredam kekhawatiran berlebih. Ia menjelaskan bahwa sejauh ini Super Flu tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibanding flu biasa. Gejala seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan tetap menjadi indikator utama yang perlu diwaspadai.
Kemenkes pun berjanji akan terus memperkuat surveilans dan kesiapsiagaan guna merespons dinamika virus ini. Senada dengan hal tersebut, Profesor Riset BRIN, Prof. Masdalina Pane, menyebut bahwa pemerintah mengandalkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) sebagai “radar” pemantau wabah.
Namun, Masdalina menegaskan bahwa radar tersebut tidak akan efektif tanpa partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebugaran fisik.
“Pastikan kualitas istirahat dan hidrasi yang cukup, penuhi nutrisi harian dengan mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung banyak vitamin dan mineral. Jangan lupa aktivitas fisik,” pesan Masdalina melalui Antara.
Kini, bola ada di tangan para orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka tidak hanya berangkat sekolah dengan membawa buku, tetapi juga dengan imunitas yang terjaga kuat menghadapi musim “Super Flu” ini.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














