Kemenkes Waspadai Penyakit Menular di Pengungsian Pascabencana Sumatera

0
Budi Gunadi Sadikin. Foto: blogspot

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di tengah proses penanganan dan pemulihan pascabencana alam di wilayah Sumatera yang masih berlangsung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan adanya peningkatan risiko penularan penyakit di lokasi pengungsian. Kewaspadaan ini diperkuat dengan munculnya sejumlah kasus superflu di beberapa daerah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, tim kesehatan Kemenkes telah menemukan sejumlah penyakit menular di kalangan warga terdampak banjir dan tanah longsor. Beberapa di antaranya adalah campak, tuberkulosis (TBC), hingga leptospirosis.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah, Jawa hingga Aceh Perlu Waspada

Penyakit menular yang kami pantau memang ada campak dan TBC yang selama ini sudah ada. Namun, kami juga menemukan kasus leptospirosis. Yang paling menjadi perhatian adalah campak, karena penularannya sangat cepat dan bisa berakibat fatal pada anak-anak jika tidak ditangani dengan segera,” ujar Menkes Budi, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga :  Ditengah Cuaca Ekstrem dan Bencana Alam, Dinsos Kabupaten Bogor Justru Berangkatkan Ratusan Pegawai ke Bali

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes telah mengerahkan tim medis untuk melakukan imunisasi khusus di wilayah-wilayah yang terdeteksi memiliki kasus penyakit menular dan berisiko menyebar ke masyarakat luas.

Terkait isu superflu, Menkes Budi menegaskan hingga saat ini belum ditemukan laporan adanya pengungsi atau warga terdampak bencana di Sumatera yang terinfeksi flu jenis tersebut. Ia meminta masyarakat tetap tenang karena superflu tidak memiliki tingkat bahaya seperti Covid-19.

Baca Juga :  Mengenal 3 Manfaat Cuka Apel yang Menakjubkan, Termasuk Kemampuannya Mengontrol Gula Darah

“Superflu ini mirip dengan flu biasa dan tidak mematikan seperti Covid-19, khususnya varian Delta pada masa lalu,” pungkasnya. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : beritasatu.com