NARASITODAY.COM, MADRID – Spanyol kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu suara paling vokal di Eropa dalam memperjuangkan perdamaian global. Di hadapan para duta besar pada Kamis (8/1/2026), Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan kesiapan negaranya untuk melangkah lebih jauh dari sekadar retorika diplomatik: mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke tanah Palestina.
Langkah berani ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata pasca Spanyol resmi mengakui kemerdekaan Palestina pada tahun 2024 lalu. Sanchez berencana membawa usulan ini ke meja parlemen untuk memastikan bahwa secara konstitusional, militer Spanyol telah siap siaga begitu momentum perdamaian tiba.
Bagi Sanchez, penderitaan di Jalur Gaza adalah luka kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan oleh dunia internasional. Ia memandang kehadiran fisik pasukan penjaga perdamaian sebagai kunci untuk membangun kembali masa depan Palestina yang hancur akibat agresi.
“Saya akan mengajukan ke parlemen, jadi ketika peluangnya ada, kami siap mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Palestina,” tegas Sanchez.
Ia menambahkan bahwa Spanyol memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di sana. “Tentu saja kami tidak melupakan Palestina dan Jalur Gaza. Spanyol harus berpartisipasi aktif dalam membangun kembali harapan di Palestina. Situasi di sana masih tidak bisa ditoleransi,” lanjutnya dengan nada bicara yang serius.
Selain isu Palestina, perhatian Madrid juga tidak terlepas dari krisis di jantung Eropa. Sanchez menegaskan kembali keinginannya untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina, mengingat kondisi di Kyiv yang dinilainya masih dalam tahap “kritis”.
Dengan argumen yang logis namun emosional, ia mempertanyakan mengapa dunia ragu untuk bertindak di wilayah yang sangat dekat secara geografis.
“Jika Spanyol bisa mengirim pasukan ke berbagai wilayah yang jauh, bagaimana mungkin kami tidak mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina, yang notabene berada di Eropa?” ujarnya retoris.
Sikap tegas ini sebenarnya bukan hal mengejutkan bagi pengamat politik internasional. Sejak Desember lalu, saat bertemu Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Madrid, Sanchez telah menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang disebutnya sangat “dramatis”.
Kini, dengan rencana membawa isu pengiriman pasukan ke parlemen, Sanchez ingin memastikan bahwa Spanyol tidak hanya sekadar mengkritik agresi dari kejauhan, tetapi juga siap menjadi garda depan dalam menjaga keamanan dan stabilitas di dua wilayah paling bergejolak di dunia saat ini.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













