
NARASITODAY.COM, JAKARTA- Baru saja ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian langsung tancap gas.
Tanpa banyak basa-basi, Tito bergerak cepat memetakan persoalan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah awal itu dilakukan lewat rapat lintas kementerian di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Satgas Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.
“Intinya kita membaca peta situasi terkini. Ada daerah yang sudah selesai masa tanggap darurat, ada juga yang masih lanjut sekitar 15 hari ke depan,” ujar Tito.
Dari hasil pemetaan awal, tercatat 52 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak bencana. Sejak awal kejadian, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak telah mengerahkan tenaga besar-besaran.
Jalan dibuka, jembatan dipasang, layanan kesehatan dikebut, dan kebutuhan dasar masyarakat dipastikan tetap jalan meski alam sempat tak bersahabat.
Hasilnya mulai terlihat. Menurut Tito, sebagian besar daerah terdampak kini menunjukkan kemajuan signifikan.
Pemerintahan daerah kembali bekerja, jalan utama tersambung lagi, layanan kesehatan dan pendidikan berangsur normal, dan aktivitas ekonomi masyarakat mulai berdenyut.
Namun, Tito juga mengingatkan, belum semua daerah bisa langsung bernapas lega. Di Aceh, dari 18 kabupaten/kota terdampak, 11 daerah dinyatakan berangsur normal, sementara tujuh lainnya masih butuh perhatian ekstra.
Kondisi serupa terjadi di Sumut dan Sumbar. Mayoritas sudah masuk fase pemulihan, tapi beberapa titik masih perlu penanganan khusus.
Soal infrastruktur, Mendagri memastikan jaringan jalan terus menjadi prioritas. Hampir seluruh ruas jalan nasional di tiga provinsi itu sudah kembali terhubung. Sementara jalan provinsi dan kabupaten masih dikerjakan bertahap oleh Kementerian PU, dibantu TNI, Polri, dan Pemda.
Tak kalah penting, pendataan rumah rusak juga terus dikebut. Pemerintah tengah memvalidasi data agar bantuan bisa segera turun ke masyarakat. Harapannya sederhana tapi krusial: pengungsi bisa segera pulang dari tenda ke rumah yang layak.
Untuk mempercepat pemulihan di lapangan, Tito bahkan mengusulkan penambahan “pasukan” dari berbagai lini. Mulai dari TNI, Polri, ASN, hingga mahasiswa sekolah kedinasan akan dilibatkan untuk membantu pembersihan lingkungan, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum.
Sebagai pusat kendali, dua posko utama pemulihan bencana akan dibentuk di Jakarta dan Banda Aceh. Posko ini bakal hidup 24 jam, menjadi tempat berkumpulnya informasi, koordinasi, dan pengendalian lintas kementerian serta daerah.
“Posko ini akan diawaki 24 jam oleh tim yang kita bentuk, untuk menampung informasi dari kementerian, lembaga, dan daerah,” tutupnya.
Wartawan : Andreas













