BMKG Tegaskan Jabodetabek Masuk Zona Risiko Hujan Lebat dan Bencana Hidrometeorologi

0
BMKG
Ilustrasi hujan. Foto : Istock

NARASITODAY.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek selama periode 5–11 Desember 2025.

Data terbaru menunjukkan sebagian besar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi berpotensi diguyur hujan dengan intensitas yang bervariasi mulai dari ringan hingga lebat. Sejumlah wilayah juga diprediksi mengalami potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta pohon tumbang.

Peringatan ini menjadi sinyal agar masyarakat memperkuat kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem, mengingat aktivitas sehari-hari dapat terganggu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dalam sepekan ke depan.

Baca Juga :  Hindari Drama! 5 Cara Menyampaikan Ketidaknyamanan pada Teman yang Perlu Kamu Tahu

Dalam unggahan akun Instagram resmi BMKG @infobmkg, dirinci prediksi cuaca harian per wilayah hingga 11 Desember 2025. Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Depok, Kota Bekasi hingga Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan intensitas hujan sedang hingga lebat pada beberapa hari pertama.

Sementara pada pertengahan pekan, hujan ringan mendominasi sebagian besar wilayah Jabodetabek, meski Kabupaten Bogor masih diprediksi menerima hujan dengan intensitas sedang.

Kondisi ini sejalan dengan peringatan BMKG terkait meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang kerap muncul akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Warga Pulau Siau Berjuang Melawan Banjir dan Material Berat, Upaya Pencarian Korban Masih Dilakukan

“Trennya terus naik. Jawa Barat memimpin frekuensi kejadian hujan ekstrem dan angin kencang, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Faisal dalam laman resmi BMKG.

Menurutnya, selain hujan ekstrem, potensi bencana lain seperti angin kencang, petir, puting beliung, hingga hujan es dapat terjadi. Situasi cuaca ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsoon Asia, munculnya anomali atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), serta gelombang Kelvin dan Rossby Equator yang memicu peningkatan intensitas hujan.

Baca Juga :  Ayam Woku Pedas Menggugah Selera, Resep Tradisional yang Mudah Dicoba

BMKG juga merinci sejumlah daerah yang patut meningkatkan kewaspadaan, termasuk Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, seluruh wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

Dengan cuaca yang diprediksi masih fluktuatif dan cenderung ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau pembaruan cuaca, menghindari area rawan bencana, serta memastikan keselamatan selama beraktivitas, terutama di luar ruangan.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com