Insiden Penculikan di Gabon Tambah Panjang Daftar Aksi Bajak Laut Afrika Barat

0
Gabon
Ilustrasi tangan diikat oleh penculik. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, LIBREVILLE – Keheningan malam di perairan Teluk Guinea berubah menjadi mimpi buruk bagi awak kapal penangkap ikan IB Fish 7. Pada Sabtu malam yang kelam, sekelompok bajak laut bersenjata menyergap kapal berbendera Gabon tersebut, menyeret sembilan pelaut ke dalam ketidakpastian, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI).

Insiden ini menambah daftar panjang potret kerawanan di jalur maritim utama Afrika Barat tersebut. Teluk Guinea, yang membentang luas dari Senegal hingga Angola, kembali menunjukkan sisi gelapnya sebagai zona merah perompakan dunia.

“Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan awak kapal, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia,” ungkap Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Hubert Bekale Meyong, melalui pernyataan video yang dilansir AFP, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga :  Aksi Mogok Serikat Verdi Lumpuhkan Transportasi di Sejumlah Kota Jerman

Berdasarkan laporan otoritas setempat, kapal tersebut sedang melakukan aktivitas rutin saat para penyerang muncul dari kegelapan laut. Posisi kapal saat itu berada di titik yang cukup dekat dengan daratan, namun tetap rentan terhadap penyergapan kilat.

“Kapal penangkap ikan IB Fish 7, yang mengibarkan bendera Gabon, menjadi korban serangan perompak saat sedang menangkap ikan sekitar tujuh mil laut barat daya Ekwata, di perairan Gabon,” tambah Hubert.

Di tengah kepanikan tersebut, enam pelaut lainnya yang berkewarganegaraan Indonesia, Tiongkok, dan Burkina Faso berhasil ditinggalkan di atas kapal. Otoritas Gabon segera bergerak cepat menemukan kapal pukat tersebut dan mengawalnya kembali ke pelabuhan Libreville untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Brahim Diaz Minta Maaf Usai Gagal Eksekusi Penalti di Final Piala Afrika

Kawasan ini memang dikenal sebagai urat nadi ekonomi karena berbatasan dengan produsen minyak utama Afrika Barat. Namun, kekayaan sumber daya alam di Teluk Guinea berbanding lurus dengan risiko keamanan yang menghantui para pelaut. Kasus serupa bukan pertama kalinya terjadi; pada Februari tahun lalu, tiga pelaut juga diculik di bawah todongan senjata di perairan dekat ibu kota.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bergerak cepat untuk memastikan keselamatan para awak kapal asal tanah air. Koordinasi lintas negara segera diaktifkan demi melacak keberadaan para sandera.

Baca Juga :  Heboh! Penyerangan Brutal di Jalan Alternatif Cileungsi-Cibubur, Korban Luka Parah

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, mengonfirmasi bahwa pihak KBRI telah menjalin komunikasi intensif dengan otoritas di Gabon.

“Terkait pertanyaan tersebut, dapat kami sampaikan bahwa KBRI di Yaounde, Kamerun, yang wilayah akreditasi kerjanya merangkap Gabon, telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Liberville,” ujar Vahd Nabyl saat dihubungi.

Saat ini, doa dan upaya diplomasi terus dipanjatkan agar empat pelaut Indonesia tersebut dapat segera dibebaskan dan kembali ke pelukan keluarga tanpa kurang satu apa pun.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com