Respons Cepat Antam Tangani Asap Tambang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

0
Respons Cepat Antam
Java Region CSR & ER Sub. Division Head PT Antam, Agustinus Toko Susetio. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Munculnya kepulan asap di sekitar area tambang PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (14/1/2026), langsung menyita perhatian banyak pihak.

Tak hanya masyarakat sekitar, unsur Forkopimda Kabupaten Bogor pun turut memantau perkembangan situasi di lapangan.

Merespons kondisi tersebut, PT Antam menunjukkan langkah cepat dan terbuka dengan berkoordinasi bersama aparat penegak hukum (APH) serta instansi terkait.

Java Region CSR & ER Sub. Division Head PT Antam, Agustinus Toko Susetio, menjelaskan bahwa tim gabungan telah menelusuri hingga ke titik terdalam yang diduga menjadi sumber asap.

“Bersama APH, kami sudah masuk sejauh kurang lebih 150 meter dari titik awal menuju lokasi yang diduga sebagai sumber asap,” ujar Agustinus.

Baca Juga :  Desa Wisata Ciamis Ikut Ramaikan Kabogorfest 2025, Bawa Produk Unggulan dan Semangat Kolaborasi Antar Daerah

Dari informasi awal yang diterima, terdapat dugaan sejumlah warga terjebak di area lubang tambang yang bukan merupakan wilayah tambang resmi Antam, namun secara akses dapat dijangkau melalui area tambang Antam.

Kendati demikian, proses evakuasi masih terkendala kondisi asap yang sangat tebal dan berbahaya.

“Atas dasar kemanusiaan, PT Antam siap membantu proses evakuasi tanpa melihat status aktivitas PETI (Penambang Emas Tanpa Izin),” tegas Agustinus.

Ia menambahkan, informasi sementara menyebutkan terdapat enam orang warga asal Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, yang diduga berada di dalam lubang tersebut.

Pihak Antam pun telah melakukan koordinasi intensif dengan masyarakat Desa Urug guna memastikan proses evakuasi dapat berjalan lancar, aman, dan cepat begitu kondisi memungkinkan.

Baca Juga :  Petani Sukajaya Panen 40 Ton Bawang Merah, Minta Pemkab Bogor Perbaiki Jalan Usaha Tani

Terkait penyebab munculnya asap, Agustinus menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan secara pasti.

Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan terbakarnya material kayu penyangga batuan di dalam lubang, namun kepastian tetap menunggu hasil penyelidikan resmi.

“Kami belum bisa memastikan penyebab asap karena perlu dilakukan pengecekan langsung ke dalam lubang, dan itu harus menunggu kondisi benar-benar aman. Saat ini kami menunggu hasil penyelidikan dari pihak APH,” ujarnya.

Sementara itu, Polres Bogor melalui Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, menyampaikan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan bersama Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus), Puslabfor Mabes Polri, Kapolres Bogor, serta pihak PT Antam.

Baca Juga :  PMI Kabupaten Bogor Dorong Kinerja PMI Kecamatan Demi Pelayanan Optimal

“Pengecekan dilakukan di level 600, dan kadar CO₂ masih berada di angka sekitar 200 PPM. Dengan kondisi tersebut, evakuasi belum bisa dilakukan karena belum aman,” jelas AKP Ucup saat memberikan keterangan di Kantor Antam Nanggung, Jumat (16/1/2026).

Sebagai langkah antisipasi dan pendataan, Polres Bogor akan mendirikan Posko Siaga Pengaduan di Polsek Nanggung, Polsek Cigudeg, dan Polsek Leuwiliang.

Posko ini diperuntukkan bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang diduga berada di dalam lubang tambang.

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga terkait korban. Kami baru bisa masuk ke dalam lubang jika kadar CO₂ sudah turun minimal di angka 25 PPM,” pungkasnya.***

Wartawan : Andreas