NARAITODAY.COM, NAPLES – Langit Naples yang cerah, Rasmus Hojlund seolah menemukan kembali napas buatannya. Namun, di balik produktivitas sang striker, tersimpan bara ketegangan antara pelatih Napoli, Antonio Conte, dengan mantan manajer Manchester United, Ruben Amorim.
Conte secara terbuka melancarkan kritik pedas yang menyoroti kegagalan Amorim dalam menangani Hojlund saat keduanya masih berada di Old Trafford. Bagi Conte, ketajaman Hojlund yang kini meledak di Italia adalah bukti bahwa masalah selama ini bukan terletak pada sang pemain, melainkan pada metode kepemimpinan yang kaku.
Sejak mendarat di Stadio Diego Armando Maradona pada September lalu, Hojlund bertransformasi menjadi mesin gol yang konsisten. Pemain asal Denmark berusia 22 tahun ini telah membukukan sembilan gol di semua kompetisi, termasuk kontribusi krusial yang membawa Napoli menjuarai Supercoppa Italiana setelah menekuk Bologna 2-0 pada Desember silam.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan masa suramnya di Manchester United. Di bawah asuhan Amorim, Hojlund sempat terasing dan diberi tahu bahwa ia tidak lagi masuk dalam rencana utama, meski sang striker dikabarkan sangat ingin bertahan.
Dalam sesi konferensi pers menjelang laga kandang melawan Sassuolo, Conte tidak menahan diri. Meski tidak menyebut nama secara eksplisit, arah pembicaraannya jelas tertuju pada Amorim yang baru saja dipecat Manchester United pada awal Januari akibat performa buruk dan ketegangan internal.
Conte menilai pelatih-pelatih muda masa kini sering kali kehilangan empati dan kemampuan untuk membimbing talenta hebat.
“Beberapa pelatih muda sekarang ini arogan dan tidak mau beradaptasi. Mereka melihat striker muda kesulitan, dan alih-alih melatihnya, mereka justru menyalahkannya,” ujar Conte dengan nada tegas.
Pelatih yang dikenal dengan disiplin tingginya ini menambahkan bahwa kemudahan karier yang didapat para pelatih muda membuat mereka enggan melakukan evaluasi diri.
“Mereka selalu mengeluh dan menyalahkan semua orang selain diri mereka sendiri, karena semuanya diberikan kepada mereka di atas piring perak,” tambahnya.
Kini, Napoli tengah menikmati buah dari kepercayaan Conte terhadap Hojlund. Dengan koleksi enam gol dari 16 penampilan di Serie A, Hojlund menjadi tumpuan utama Partenopei untuk terus menempel ketat Inter Milan di puncak klasemen.
Bagi publik Naples, kebangkitan Hojlund adalah berkah. Namun bagi Conte, ini adalah pesan kuat bagi dunia sepak bola tentang pentingnya adaptasi pelatih terhadap karakter pemain, bukan sekadar memaksakan sistem yang kaku.***
Editor : Alysa
Sumber : Bola.net














