Marco Bezzecchi Realistis Sambut MotoGP 2026, Fokus pada Konsistensi Awal Musim

0
Marco Bezzecchi
Marco Bezzecchi memilih meredam ekspektasi jelang MotoGP 2026 meski masuk bursa kandidat juara dunia.Foto : bola.net

NARASITODAY.COM, NOALE – Raungan mesin RS-GP yang semakin gahar, Marco Bezzecchi justru memilih untuk meredam kebisingan ekspektasi publik. Nama pembalap asal Italia ini kian santer disebut sebagai penantang serius gelar juara dunia MotoGP 2026 setelah performa gemilangnya menutup musim lalu. Namun, alih-alih mengumbar janji manis, sang “Macan” Aprilia ini justru tampil lebih membumi dan pragmatis.

Musim 2025 memang menjadi panggung pembuktian bagi Bezzecchi dengan catatan impresif 3 kemenangan Sprint dan 3 kemenangan Grand Prix. Meski kini sejajar dengan Marc Marquez dalam bursa unggulan, Bezzecchi sadar bahwa ambisi tanpa persiapan awal yang matang bisa menjadi bumerang.

Refleksi Bezzecchi tertuju pada satu titik lemah di musim lalu yaitu kegagalan memulai kompetisi dengan status langsung kompetitif. Baginya, konsistensi sejak bendera start di seri pembuka jauh lebih bernilai daripada label favorit juara.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Peralihan Musim

“Target saya adalah coba memulai musim dengan baik. Itulah yang kami lewatkan tahun lalu. Jadi, akan sangat fantastis memulai dengan cara kompetitif, berjuang di lima besar. Tiga besar jika memungkinkan bahkan lebih baik,” ujarnya via Crash.net, Kamis (15/1/2026).

Pembalap jebolan VR46 Academy ini menegaskan tidak ingin terburu-buru menetapkan target muluk sebelum merasakan sensasi aspal di tes pramusim.

“Namun, saya tak ingin buru-buru. Saya hanya ingin memulai tes Malaysia dengan tenang, tetap fokus dan akhirnya menikmati motor lagi. Kemudian, setelah beberapa balapan, kita bisa menetapkan target yang jelas,” lanjut Bezzecchi.

Baca Juga :  Chelsea dan Liverpool Pesta Gol 5-1, Tunjukkan Dominasinya di Liga Champions

Meski performanya di paruh akhir 2025 sudah mencapai level papan atas, Bezzecchi tetap memberikan catatan kritis bagi dirinya sendiri dan pengembangan motor Aprilia. Ia menunjuk Sirkuit Sepang sebagai tolok ukur penting, mengingat lintasan tersebut sempat menjadi momok bagi timnya.

“Tentu saja, kami berdua harus ditingkatkan. Saya dan motor saya. Di paruh akhir 2025, kami mencapai level yang baik dan saya mampu melaju cepat. Namun, memang benar juga bahwa Sepang, misalnya, adalah trek di mana kami sedikit kesulitan,” tutur Bezzecchi.

Baca Juga :  Demi Piala Dunia, Nova Arianto Bawa Misi Besar bagi Timnas U-20 Indonesia

Ia percaya bahwa di kasta tertinggi balap motor dunia, berhenti berevolusi berarti tertinggal.

“Jadi, saya penasaran untuk pergi ke sana (untuk tes pramusim) dan mencoba memahami apakah kami sudah membuat langkah selanjutnya. Pada dasarnya, di MotoGP, Anda selalu harus membuat kemajuan langkah demi langkah. Anda tidak pernah bisa berhenti,” tutupnya.

Aksi Bezzecchi akan segera kembali disaksikan dalam tes pramusim di Sepang, Malaysia, pada 3-5 Februari 2026, yang disusul tes di Buriram, Thailand, pada 21-22 Februari mendatang. Tes ini akan menjadi jawaban awal apakah ketenangan yang ia bawa hari ini bisa berubah menjadi dominasi di lintasan nantinya.***

Editor : Alysa

Sumber : Bola.net