NARASITODAY.COM, MAKAU – Pegokar cilik Indonesia, Syabil Umar Basalamah, mencatat prestasi membanggakan di ajang Champions of the Future yang berlangsung di Kartodromo de Coloane, Makau. Meski tidak keluar sebagai juara utama, Syabil berhasil membawa pulang dua trofi dari kompetisi bergengsi tersebut.
Pada Race 1, Sabtu (17/1/2026), Syabil finis di posisi kedua di belakang kompatriotnya Michal Vino Satrio. Sementara Muhammad Wibowo menempati posisi kelima. Pada Race 2, Minggu (18/1/2026), Muhammad finis ketiga, Syabil di posisi kelima, dan Michael di posisi kedelapan.
Akumulasi poin dari dua race menempatkan Syabil di posisi ketiga klasemen overall dengan 74 poin. Muhammad dan Michael sama-sama mengumpulkan 68 poin, masing-masing di posisi keempat dan kelima. Gelar juara diraih pegokar Thailand berdarah Rusia, disusul pegokar Australia di posisi kedua.
Syabil pun mengungkapkan rasa gembira atas pencapaiannya. “Senang banget bisa dapat ini (piala Champions of The Future) di awal musim 2026. Semoga piala ini menjadi permulaan bagus, menghadapi balapan selanjutnya dengan level persaingan makin ketat dan menantang,” kata Syabil dalam rilis kepada detkSport.
Ayahanda Syabil, Umar Abdullah, turut menyampaikan kebanggaannya. “Keberhasilan mendapatkan trofi Champions of The Future sejauh ini, membanggakan dan menjadi penyemangat buat Syabil, untuk melangkah di musim balap 2026 dengan antusias dan confidential tinggi,” ujarnya.
Menurut informasi, Syabil menjadi pegokar pertama dari Indonesia yang meraih trofi Champions of the Future di kelas Mini 60. Prestasi ini semakin istimewa mengingat Syabil masih duduk di bangku kelas 3 SD Green Montessory, Jakarta Selatan, dan tetap menjaga fokus pada akademik.
Meski anggota Delta Garage Racing Team, Syabil tampil memperkuat DRM Motorsport asal Malaysia pada ajang Champions of the Future di China. Pencapaiannya membuat tim DRM puas dengan performa sang pegokar muda.
“Syabil pegokar bagus, confident dan cepat adaptasi. Hasil bagus yang diraih di Macau ini menjadi modal baik untuk mengikuti event balap selanjutnya,” ujar Mohd Rohairijaz, bos DRM Motorsport.
Ijaz, sapaan akrabnya, menilai Syabil semakin matang dibanding pertemuan pertama mereka. “This year lebih banyak balapan yang levelnya lebih tinggi untuk prepare Syabil tahun ini. Full series di Asia dan Eropa,” terangnya.
Prestasi Syabil di Makau menjadi simbol harapan baru bagi dunia gokart Indonesia. Di usia belia, ia sudah menorehkan pencapaian internasional yang membuat iri rekan-rekan sesama pegokar tanah air. Trofi yang dibawanya pulang bukan sekadar piala, melainkan bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di level global.
Dengan dukungan keluarga, tim, dan semangat belajar yang tinggi, Syabil kini dipandang sebagai salah satu calon bintang masa depan olahraga balap Indonesia.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













