NARASITODAY.COM,NEW YORK – Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menghadiri prosesi ibadah Salat Iduladha di kawasan Bronx dengan penampilan yang tidak biasa. Wali kota Muslim pertama di New York tersebut tampak membaur di tengah jemaah dengan mengenakan kostum (jersey) klub sepak bola Liga Inggris, Arsenal.
Mamdani memadukan kecintaannya pada sepak bola dan busana santun dengan mengenakan jersey tandang lengan panjang milik Arsenal musim ini yang berwarna biru. Kostum tersebut berdesain khusus dalam bentuk pakaian panjang khas yang menjuntai hingga menutupi lutut, dilengkapi dengan celana panjang sebagai bawahan.
Solidaritas dari Sudut Bronx dan Euforia London Utara
Suasana khusyuk di tanah lapang kawasan Bronx pagi itu mendadak terasa sedikit berbeda. Di antara balutan baju koko dan gamis putih tradisional yang mendominasi saf jemaah, warna biru khas The Gunners yang dikenakan sang Wali Kota mencuri perhatian. Penampilan Mamdani ini seolah mengawinkan kultur sepak bola modern dengan kesakralan hari raya keagamaan.
Pilihan busana Mamdani ini pun bukan tanpa alasan emosional. Arsenal memang tengah menikmati musim yang luar biasa indah di periode 2025/2026. Klub London Utara tersebut baru saja mengunci gelar juara Liga Inggris, sekaligus menyudahi puasa gelar domestik yang telah menyiksa para penggemarnya selama 22 tahun. Tak hanya itu, euforia makin membubung lantaran skuad besutan Mikel Arteta ini sedang bersiap menantang Paris Saint-Germain (PSG) di babak final Liga Champions.
Namun, di balik kegembiraannya sebagai seorang suporter sepak bola, Mamdani tidak melupakan substansi dan esensi dari hari raya kurban. Melalui sebuah unggahan di platform media sosial X, ia merefleksikan makna mendalam Iduladha sebagai momentum penting untuk bersolidaritas dan mengulurkan bantuan kepada sesama manusia.
“Selamat Hari Raya Iduladha! Hari ini, seiring penghormatan kita pada Nabi Ibrahim, Iduladha mengingatkan kita bahwa berkurban bukanlah beban,” tulis Mamdani.
Memimpin Lewat Kepedulian Nyata
Bagi Mamdani, kurban adalah panggilan jiwa untuk melepaskan ego pribadi dan melihat kesulitan yang tengah dihadapi oleh masyarakat miskin di pinggiran kota New York.
“Ini adalah kesempatan melihat diri sendiri sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar. Untuk mengulurkan tangan pada mereka yang membutuhkan,” ujar Mamdani.
Mamdani meyakini bahwa dengan modal solidaritas yang kuat dan mengakar antar-sesama warga, berbagai problem sosial yang mendera kota New York akan jauh lebih mudah untuk diselesaikan. Ia menegaskan komitmen politiknya yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan Islam untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warganya yang kian mencekik.
“Saya merasa terhormat jadi Wali Kota muslim pertama di New York dan saya bertekad untuk bisa memimpin lewat solidaritas,” tutur Mamdani di akhir pesannya. “Bersama-sama, kita berusaha dan bekerja untuk memastikan warga New York mampu membeli bahan makanan, rumah tinggal, dan memenuhi biaya perawatan anak yang mereka butuhkan.”.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













