Hujan Ekstrem Picu Banjir Besar di Tunisia, Empat Orang Tewas

0
Hujan ekstrem
Curah hujan tertinggi dalam lebih dari tujuh dekade menyebabkan banjir parah di Tunisia, menewaskan empat orang dan memaksa penutupan sekolah di 15 provinsi.Foto : trtindonesia.com

NARASITODAY.COM, TUNIS – Hujan ekstrem yang melanda Tunisia memicu banjir besar di sejumlah wilayah, menewaskan empat orang, serta melumpuhkan aktivitas pendidikan dan ekonomi di sebagian besar negara Afrika Utara itu. Curah hujan kali ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam lebih dari tujuh dekade terakhir.

Otoritas setempat menyatakan seluruh korban jiwa berasal dari kota Moknine di Provinsi Monastir. Juru bicara pertahanan sipil Tunisia, Khalil Mechri, mengatakan dua korban terseret arus banjir.

“Dua orang terseret arus banjir, sementara seorang perempuan tenggelam di rumahnya,” ujar Mechri, dikutip AFP, Rabu (21/1/2026).

Kepala bagian prakiraan cuaca Institut Meteorologi Nasional Tunisia (INM), Abderazak Rahal, menyebutkan bahwa hujan kali ini belum pernah terjadi sejak 1950.

Baca Juga :  Banjir Dadakan di Citeureup, Anak Sungai Cibeureum Tak Mampu Bendung Debit Air

“Kami telah mencatat jumlah curah hujan yang luar biasa untuk bulan Januari,” kata Rahal.

Wilayah Monastir, Nabeul, dan kawasan metropolitan Tunis menjadi daerah paling terdampak. Desa wisata Sidi Bou Said, salah satu destinasi populer di pinggiran ibu kota, mencatat curah hujan mencapai 206 milimeter sejak Senin malam.

Sebagai respons, pemerintah Tunisia meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah negeri, swasta, dan universitas di 15 dari total 24 provinsi. Transportasi juga terganggu, dengan sejumlah ruas jalan utama tidak dapat dilalui.

Di media sosial, beredar gambar dramatis mobil-mobil terjebak di jalanan ketika aliran air deras menerjang permukiman dan pusat kota. Seorang warga, Mostafa Riyahi, menceritakan pengalamannya

Baca Juga :  Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Menkes: Kelompok Miskin Tetap Aman

Hujan tidak berhenti sejak tadi malam. Awalnya saya tidak terlalu memperhatikannya, hanya ada beberapa kebocoran kecil. Tapi ketika saya bangun dari tempat tidur, saya mendapati kaki saya sudah terendam air,” ujarnya kepada AFP.

Kementerian Pertahanan Tunisia menyatakan angkatan bersenjata turut dikerahkan dalam operasi evakuasi. Seorang sumber di kementerian mengatakan tentara terlibat langsung membantu warga. Pejabat INM lainnya, Mahrez Ghannouchi, menulis di Facebook bahwa situasi di beberapa daerah berada dalam kondisi “kritis.”

Meski hujan kali ini mencetak rekor, banjir bukanlah hal baru bagi Tunisia. Infrastruktur drainase yang tua dan tidak terawat, ditambah urbanisasi cepat, membuat air hujan sulit terserap tanah dan memperparah limpasan. Sampah yang menyumbat saluran air menambah masalah.

Baca Juga :  Demonstrasi Anti-Pemerintah Meletus Lagi di Kampus-Kampus Iran, Bentrokan Pecah

Ironisnya, banjir besar ini terjadi di tengah Tunisia yang sedang menghadapi kekeringan selama tujuh tahun terakhir. Perubahan iklim memperburuk kondisi, dengan cadangan air di bendungan terus menurun. Pemerintah bahkan sempat memberlakukan pembatasan distribusi air di musim panas.

Di negara tetangga, Aljazair, hujan lebat juga menimbulkan banjir. Otoritas pertahanan sipil setempat melaporkan seorang pria berusia sekitar 60 tahun ditemukan tewas di Provinsi Relizane, wilayah barat negara tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com