Ribuan WNI di Kamboja Ajukan Pemulangan, Lonjakan Dipicu Razia Sindikat Penipuan Online

0
WNI
Ribuan WNI Korban Online Scam Padati KBRI Phnom Penh, 2.117 Orang Ajukan Pemulangan ke Indonesia.Foto : dok.Kemenlu

NARASITODAY.COM, PHNOM PENH – Gelombang besar Warga Negara Indonesia (WNI) yang mencoba lepas dari jeratan sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja terus membanjiri kantor perwakilan RI. Hingga Sabtu (24/1/2026), tercatat sebanyak 2.117 WNI telah mengajukan fasilitas pemulangan ke tanah air.

Pemandangan di KBRI Phnom Penh kini tak lagi biasa. Kantor diplomatik tersebut dipadati ratusan orang yang datang mencari perlindungan. Beberapa di antaranya bahkan harus menempuh perjalanan darat yang melelahkan dari provinsi terpencil seperti Banteay Meanchey dan Mondulkiri demi mencapai ibu kota.

Lonjakan ini merupakan efek domino dari tindakan tegas Pemerintah Kamboja di bawah Perdana Menteri Hun Manet yang melakukan pembersihan besar-besaran terhadap industri gelap online scam. Banyak bos sindikat atau mastermind yang melarikan diri dan membubarkan operasinya secara mendadak, membiarkan para pekerja keluar begitu saja tanpa kejelasan.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Kota Bogor Berencana Tunda Pembayaran Proyek PSC 119 Jika Keretakan Belum Diperbaiki

“Pada 22 Januari 2026 terdapat penambahan 224 WNI, dan pada 23 Januari 2026 hingga pukul 17.00 bertambah lagi 164 WNI, sehingga total yang ditangani mencapai 2.117 WNI dari sebelumnya 1.726 WNI pada periode 16-21 Januari 2026,” demikian keterangan resmi KBRI Phnom Penh melalui situs Kementerian Luar Negeri.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Santo Darmosumarto, menyatakan bahwa pihaknya tengah bekerja ekstra untuk menangani kepadatan ini.

“KBRI terus mengupayakan percepatan kepulangan WNI. KBRI tengah berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja agar WNI mendapatkan percepatan penerbitan exit permit dan keringanan hukuman keimigrasian,” kata Dubes Santo.

Baca Juga :  Pelaku Penggelapan mobil di Cisarua Berhasil Ditangkap 

Kompleksitas penanganan meningkat tajam seiring membeludaknya jumlah aduan. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 KBRI rata-rata menangani 15-30 kasus per hari. Namun, dalam sepekan terakhir, jumlah aduan melonjak drastis hingga mencapai 520 kasus dalam sehari.

Untuk mendukung percepatan proses, pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan personil tambahan dari Kemlu serta peralatan teknis dari Ditjen Imigrasi. Proses pendataan, assessment kasus, hingga penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) terus dilakukan secara bertahap bagi mereka yang kehilangan dokumen.

Bagi WNI yang masih memiliki paspor dan visa aktif, KBRI mendorong mereka untuk segera pulang secara mandiri. “Puluhan WNI telah membeli tiket dan akan segera kembali ke tanah air dalam waktu dekat,” tulis keterangan tersebut.

Baca Juga :  Anak Putri Mahkota Norwegia Marius Borg Hoiby Diadili atas 38 Tuduhan Serius, Termasuk Pemerkosaan dan Narkoba

Di tengah situasi yang krusial ini, Dubes Santo meminta para WNI untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur resmi guna menghindari penipuan baru.

WNI diminta selalu waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan KBRI. Layanan KBRI tidak dipungut biaya, kecuali biaya resmi SPLP, sesuai dengan peraturan yang ada,” tegas pihak KBRI.

Selain itu, pihak KBRI mengimbau WNI untuk tetap menjalin komunikasi dengan keluarga di Indonesia agar proses rekonsiliasi berjalan lancar.

“KBRI Phnom Penh mengimbau WNI untuk bersabar dan tertib dalam mengikuti seluruh proses kepulangan. KBRI akan melakukan yang terbaik bagi setiap WNI yang memohon fasilitasi,” pungkas Dubes Santo.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com