Rusia Luncurkan Serangan Drone dan Rudal Skala Besar ke Kyiv dan Kharkiv di Tengah Pembicaraan Damai

0
rudal
Serangan Rusia Lumpuhkan Listrik dan Pemanas Ukraina, Jutaan Warga Terdampak di Tengah Musim Dingin. Foto : kompas.id

NARASITODAY.COM, KYIVRusia melancarkan serangan drone dan rudal berskala besar ke dua kota terbesar Ukraina, Kyiv dan Kharkiv, Sabtu pagi. Serangan ini terjadi bersamaan dengan hari kedua pembicaraan damai tripartit yang melibatkan delegasi dari Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia yang berlangsung di Uni Emirat Arab.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyampaikan komentarnya terkait serangan terbaru Rusia ini. Ia menyebut, meskipun ada upaya perdamaian dan pertemuan diplomatik di Abu Dhabi, serangan tersebut merupakan malam teror lain dari Rusia terhadap infrastruktur penting Ukraina.

“Upaya perdamaian? Pertemuan trilateral di UEA? Diplomasi? Bagi Ukraina, ini adalah malam teror Rusia yang lain,” ujar Sybiha, dilansir The Guardian.

Putin memerintahkan serangan rudal besar-besaran saat delegasi Ukraina dan sekutu mereka sedang berunding di Abu Dhabi, sebuah langkah yang mengguncang jalannya negosiasi dan menimbulkan kekhawatiran semakin meluasnya kerusakan dan korban.

Baca Juga :  Trump Nyatakan Ukraina Bisa Rebut Wilayah dari Rusia, Uni Eropa Sambut Positif

“Serangan barbar ini sekali lagi membuktikan bahwa tempat Putin tidak ada di Dewan Perdamaian (AS Presiden Donald Trump), tetapi di dermaga pengadilan khusus,” tulis Sybiha di X.

Serangan Rusia tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur energi di Ukraina. Di Kyiv dan kota-kota lain, serangan mengakibatkan pemadaman listrik, air, dan panas yang meluas. Dilaporkan satu orang tewas dan sedikitnya 15 luka-luka.

Para insinyur di Kyiv menghadapi tantangan besar dalam mengembalikan pasokan energi dan pemanas ke bangunan-bangunan apartemen yang kini sebagian besar tanpa sistem pemanas. Sekitar 6.000 blok apartemen dilaporkan masih kekurangan pemanas pada Sabtu pagi, meningkat dari 2.000 blok sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Militer Nigeria Klaim Tewaskan Ratusan Milisi di Borno, Serangan Udara Diperkuat

Diperkirakan, sekitar 1,2 juta warga Ukraina, termasuk 800.000 di Kyiv, mengalami pemadaman listrik akibat serangan ini. Angkatan udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia menggunakan 396 drone dan rudal dalam serangan tersebut, yang berpotensi menyebabkan pemadaman listrik darurat hingga 80% wilayah Ukraina.

Serangan ini menegaskan sikap Moskow yang tetap menuntut kontrol atas wilayah Donbas timur, sekaligus menimbulkan keraguan tentang niat mereka untuk berdamai. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menekankan pentingnya implementasi penuh perjanjian pertahanan udara yang baru-baru ini dibuat dengan Presiden AS, Donald Trump, di Davos.

Zelenskyy dan Trump bertemu di Forum Ekonomi Dunia hari Kamis lalu untuk membahas dukungan pertahanan udara, namun belum ada pernyataan resmi mengenai hasil kesepakatan mereka.

Baca Juga :  Janice dan Aldila Tampil Perdana di Babak Perempat Final Madrid Open 2026, Melawan Pasangan Perkasa dari Jerman dan Rusia

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan bahwa sekitar 1.940 bangunan tempat tinggal kehilangan pemanas akibat serangan terbaru, dan memperingatkan bahwa situasi ini mungkin belum menjadi titik terburuk. Kantornya melaporkan bahwa sekitar 600.000 warga meninggalkan kota selama krisis listrik yang berlangsung di tengah suhu malam yang turun hingga -13°C.

Kepala administrasi militer Kyiv, Tymur Tkachenko, melaporkan serangan terjadi di minimal empat distrik, termasuk sebuah fasilitas medis. Kyiv sebelumnya juga pernah mengalami serangan besar yang melumpuhkan listrik dan pemanas ratusan bangunan, sementara pekerja darurat terus berupaya memulihkan layanan di tengah suhu ekstrem tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com