NARASITODAY.COM, LAM DONG – Kepolisian Vietnam kembali mengungkap praktik pemalsuan produk kopi yang meresahkan pasar nasional dan internasional. Pada Kamis (30/1/2026), Kementerian Keamanan Publik Vietnam mengumumkan bahwa mereka telah menyita sebanyak 4,1 ton produk kopi palsu yang dibuat dari kedelai dalam sebuah penggerebekan di Provinsi Lam Dong, Dataran Tinggi Tengah.
Penggerebekan ini dilakukan di sebuah gudang yang diduga menjadi pusat produksi dan distribusi kopi palsu tersebut. Selain produk jadi, polisi juga menyita sekitar 3 ton bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan kopi palsu itu. Lam Dong sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah utama penghasil kopi robusta, jenis kopi terkenal yang banyak digunakan untuk produksi kopi instan.
Dalam pengakuan kepada polisi, pemilik gudang, Luong Viet Kiem, mengakui bahwa perusahaannya mencampur biji kedelai dan perisa buatan ke dalam biji kopi untuk memproduksi kopi bubuk yang kemudian dijual di pasar domestik. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Reuters belum berhasil mendapatkan komentar langsung dari Kiem.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penggerebekan dilakukan setelah mereka lebih dulu menghentikan sebuah truk pada Selasa (28/1) yang mengangkut 1.056 karung kopi bubuk tanpa dokumen resmi, dengan total berat sekitar 528 kilogram. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap jaringan lengkap di balik praktik ilegal ini.
Nguyen Quang Tho, seorang pedagang kopi yang berbasis di Provinsi Dak Lak, wilayah tetangga Lam Dong, menyatakan bahwa pembuatan kopi palsu sebenarnya sudah cukup umum terjadi.
“Produk kopi palsu bukan hal yang jarang. Biasanya dibuat dari kedelai, jagung, atau campuran keduanya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun kedelai dan jagung bisa dikonsumsi dan harganya jauh lebih murah dibandingkan biji kopi asli, ia mempertanyakan keamanan produk tersebut bagi kesehatan konsumen.
Saat ini, petani di kawasan Central Highlands menjual biji kopi dengan harga sekitar 100.100–100.500 dong per kilogram, hampir tiga kali lipat harga kedelai yang digunakan sebagai bahan baku kopi palsu.
Kasus pemalsuan kopi ini bukan yang pertama terjadi di Vietnam. Pada 2018, polisi di daerah yang sama menangkap lima orang yang diduga menggunakan bahan kimia baterai untuk mewarnai ampas kopi bekas, lalu menjualnya sebagai lada hitam.
Vietnam sendiri merupakan salah satu eksportir kopi terbesar di dunia. Sepanjang tahun lalu, negara ini mengekspor sekitar 1,6 juta ton kopi senilai US$8,9 miliar, meningkat 18,3% secara volume dan 58,8% secara nilai dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data dari bea cukai pemerintah. Penindakan terhadap praktik pemalsuan ini menjadi langkah penting dalam menjaga reputasi Vietnam sebagai produsen kopi berkualitas di pasar global.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














