Pakistan Perketat Pemeriksaan Kesehatan di Pintu Masuk Terkait Virus Nipah Setelah Kasus di India

0
virus
Ilustrasi Seorang gadis remaja muda mengenakan masker . Foto : Istock

NARASITODAY.COM, ISLAMABAD – Bayang-bayang virus mematikan Nipah kini memicu alarm kewaspadaan tinggi di seantero Asia. Pakistan menjadi negara terbaru yang memutuskan untuk memperketat barikade pemeriksaan kesehatan di seluruh pintu masuk negaranya. Langkah ini diambil menyusul konfirmasi dua kasus infeksi di India yang kembali menghidupkan trauma global terhadap patogen dengan tingkat kematian tinggi ini.

Meski hubungan mobilitas antara Pakistan dan India sangat terbatas akibat konflik sejak Mei tahun lalu, Islamabad tak mau kecolongan. Petugas di bandara, pelabuhan, hingga pos lintas batas darat kini dilengkapi dengan instruksi ketat untuk menyisir setiap pelancong yang menunjukkan gejala klinis.

Filter Ketat di Pintu Masuk

Pihak berwenang Pakistan memerintahkan pemeriksaan suhu tubuh dan penilaian klinis yang mendalam bagi siapa pun yang melintasi perbatasan. Tidak hanya pemeriksaan fisik, riwayat perjalanan selama 21 hari terakhir kini menjadi dokumen wajib yang diperiksa.

Baca Juga :  Wanita Paruh Baya di Rumpin Bogor Dibunuh Keponakannya dengan Linggis

“Sangat penting untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dan pengawasan di perbatasan Pakistan,” ujar Departemen Layanan Kesehatan Perbatasan Pakistan dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Reuters, Kamis (29/1/2026).

Langkah drastis ini serupa dengan yang diambil oleh Vietnam. Di Hanoi, Bandara Internasional Noi Bai kini menjadi benteng pertahanan utama, khususnya bagi penumpang yang memiliki riwayat perjalanan dari Benggala Barat, India titik di mana dua petugas kesehatan terinfeksi pada akhir Desember lalu.

“Langkah ini memungkinkan isolasi tepat waktu dan investigasi epidemiologis,” tegas Departemen Kesehatan Hanoi.

Baca Juga :  Kenapa Minum Teh Malam Bisa Bikin Begadang? 5 Risiko yang Perlu Dipahami

Menakar Bahaya “Patogen Prioritas”

Ketakutan negara-negara Asia bukan tanpa alasan. Virus Nipah, yang secara alami dibawa oleh kelelawar buah, dikenal karena keganasannya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini mampu memicu peradangan otak (ensefalitis) dengan tingkat kematian yang mengerikan, yakni berkisar antara 40% hingga 75%.

Hingga saat ini, sains belum menemukan vaksin untuk membendungnya. WHO bahkan telah mengklasifikasikan Nipah sebagai patogen prioritas global, menempatkannya dalam jajaran ancaman yang setara dengan potensi pandemi masa depan.

Berdasarkan data Koalisi untuk Inovasi Kesiapan Epidemi (CEPI), hingga Desember 2025, dunia telah mencatat 750 kasus terkonfirmasi dengan 415 nyawa melayang. Angka kematian yang melampaui 50% inilah yang membuat setiap deteksi kasus di India menjadi perhatian serius bagi negara-negara tetangga.

Baca Juga :  Wedang Susu Jahe Kekinian, Resep Mudah untuk Hangatkan Tubuh

Melacak Jejak yang Tak Terlihat

Di India sendiri, upaya lokalisir terus dilakukan. Kementerian Kesehatan India melaporkan telah melacak 196 orang yang melakukan kontak dengan dua pasien tersebut. Sejauh ini, kabar baik datang dari hasil tes yang menunjukkan seluruh kontak tersebut negatif dan tidak bergejala.

Meski demikian, bagi negara seperti Pakistan dan Vietnam, pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan. Mengingat virus ini pertama kali muncul di kalangan peternak babi di Malaysia lebih dari 25 tahun lalu, sejarah membuktikan bahwa di tengah mobilitas dunia yang tanpa batas, kewaspadaan di perbatasan adalah satu-satunya garis pertahanan yang tersisa.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com