Wanita Paruh Baya di Rumpin Bogor Dibunuh Keponakannya dengan Linggis

0
Ilustrasi pembunuhan

NARASITODAY.COM – Suasana tenang Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, mendadak mencekam pada Selasa (29/4/2025) malam. Seorang wanita paruh baya berinisial S ditemukan tak bernyawa di kamar mandi rumahnya. Ironisnya, pelaku pembunuhan keji tersebut tak lain adalah keponakannya sendiri, Muhamad Zidan yang selanjutnya disebut MZ (25).

Kapolsek Rumpin, AKP Suyoko, mengungkapkan detail mengerikan di balik aksi brutal MZ. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan pelaku, MZ tega menghabisi nyawa bibinya menggunakan sebuah linggis. Kekerasan yang dilakukan pun terbilang sadis.

“(Korban) Lukanya kalau di bagian depan, di bagian jidat, pengakuan dia (pelaku) pukul satu kali menggunakan linggis, sehingga kelihatan lubangnya. Kemudian dia juga mengaku memukul kepala bagian belakang sebanyak enam kali,” ungkap AKP Suyoko kepada awak media pada Rabu (30/4/2025).

Baca Juga :  Kisah Tragis Pekerja Bangunan Dihantam Petir, Kematian Mendadak di Tenjo Bogor

Tak berhenti sampai di situ, setelah korban S terkapar pingsan akibat hantaman linggis, MZ memastikan nyawa bibinya melayang dengan cara yang tak kalah kejam. “Ketika dipukul enam kali itu korban pingsan. Kemudian ketika korban masih ada napasnya, dibekap sampai dia meninggal,” tutur AKP Suyoko, menggambarkan betapa pelaku begitu dingin dan tanpa ampun.

Pengungkapan kasus ini bergerak cepat. Tim kepolisian yang segera melakukan penyelidikan pasca penemuan jasad korban, berhasil meringkus MZ pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

Pelaku ditangkap di Jl Raya Jakarta-Bogor, saat berusaha melarikan diri menuju rumah seorang rekannya di Citeureup, Bogor. Penangkapan ini bak drama, mengakhiri pelarian singkat seorang keponakan yang tega berkhianat pada ikatan keluarga.

Baca Juga :  Warga Cigudeg Keluhkan Maraknya Curanmor, Diduga Akibat Kebijakan Pemerintah Provinsi

Lantas, apa yang memicu tindakan sekeji ini? Menurut AKP Suyoko, motif pembunuhan tragis ini berakar dari perselisihan mulut yang terjadi antara pelaku dan korban.

“Kalau motifnya karena cekcok mulut saja, karena ketidaksepemahaman apa kali, mungkin cekcok dengan korban. Sehingga dia punya rasa dendam, berhari-hari (ditahan),” jelas AKP Suyoko.

Dendam yang dipendam berhari-hari itu akhirnya meledak pada malam nahas tersebut. “Sehingga puncaknya semalam, sekira pukul 21.00 WIB, dia melakukan pembunuhan,” imbuhnya.

Terungkap pula bahwa MZ telah tinggal di rumah bibinya sejak jauh sebelum bulan Ramadan tiba. “Kalau hubungan pelaku sama korban kalau dilihat dari hubungan keluarga, dia (pelaku) masih keponakannya,” kata AKP Suyoko, membenarkan adanya ikatan darah antara pelaku dan korban.

Baca Juga :  Polisi Jelaskan Kronologi Pembunuhan I Pande Gede Putra,3 Tersangka Terlibat

“Berdasarkan pengakuan pelaku, dia (pelaku) ke Rumpin ini sejak seminggu sebelum puasa, jadi kurang lebih dua bulan (di rumah korban),” lanjutnya.

Penangkapan MZ di sebuah warung kopi di kawasan Cimanggis, Depok, mengakhiri spekulasi dan memberikan kejelasan atas kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Rumpin ini.

Tragedi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya hubungan antarmanusia dan betapa bahayanya dendam yang dibiarkan berlarut-larut, bahkan di dalam lingkaran keluarga sekalipun. Kini, MZ harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya di hadapan hukum, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.***