NARASITODAY.COM, BOGOR — Warga di wilayah Cigudeg dan Rumpin, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat, mengeluhkan meningkatnya potensi tindak kriminalitas setelah aktivitas pertambangan di kawasan tersebut ditutup oleh kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kondisi ini dinilai berdampak pada situasi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Salah satu tokoh masyarakat, Ade, mendorong warga yang menjadi korban kejahatan untuk segera melapor kepada pihak kepolisian agar kasus yang terjadi dapat ditindaklanjuti secara hukum.
“Korban sebaiknya segera melapor ke kepolisian supaya bisa ditangani dan tidak terulang kembali,” ujar Ade.
Ia mencontohkan kejadian yang hampir menimpa seorang warga pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 21.05 WIB.
Saat itu, sepeda motor milik warga tersebut, sebuah Honda Vario berwarna hijau, nyaris digondol pelaku pencurian.
Pelaku sempat membobol kunci kendaraan yang terparkir di halaman rumah korban. Beruntung, aksi tersebut cepat diketahui sehingga motor berhasil diselamatkan sebelum dibawa kabur.
Warga menilai, meningkatnya kerawanan keamanan belakangan ini tidak lepas dari dampak penutupan sejumlah tambang di kawasan Cigudeg-Rumpin.
Sejak aktivitas tambang dihentikan, banyak pekerja kehilangan mata pencaharian sehingga kondisi ekonomi masyarakat menjadi lebih sulit.
Menurut mereka, tanpa adanya solusi atau program alternatif dari pemerintah, penutupan tambang berpotensi memicu masalah sosial baru di tengah masyarakat.
“Kalau tambang ditutup tanpa ada solusi pekerjaan lain, masyarakat jadi kesulitan. Ini yang dikhawatirkan bisa memicu meningkatnya kriminalitas,” ungkap salah seorang warga.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat segera menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat terdampak, baik melalui penciptaan lapangan kerja baru maupun program pemberdayaan ekonomi, agar kondisi sosial di wilayah tersebut tetap kondusif.
Wartawan : Andreas














