2 Atlet Muda Indonesia Raih Prestasi Gemilang di Turnamen Tenis Meja Dunia WTT Youth Contender Cappadocia 2026

0
Contender Cappadocia
Prestasi Muhammad Naufal Junindra dan Michael Hartono di WTT Youth Contender Cappadocia 2026 menjadi sinyal kuat kebangkitan dan regenerasi tenis meja Indonesia di level dunia.Foto : Ist

NARASITODAY.COM, NEVSEHIR – Suhu ekstrem dataran tinggi Turki yang mencapai minus 5 derajat Celcius, dua talenta muda Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa. Muhammad Naufal Junindra (ONIC) dan Michael Hartono (SCM Lampung), dua atlet jebolan Indonesia Pingpong League (IPL), mencatatkan performa gemilang dalam ajang WTT Youth Contender Cappadocia 2026 yang berakhir Sabtu (31/1/2026).

Bertanding di Nevsehir Haci Bektas Veli University Sport Center, Naufal Junindra yang turun di nomor Tunggal Putra U-19 sukses menyabet gelar juara ketiga. Meski langkahnya terhenti di semifinal setelah kalah 0-3 (2-11, 3-11, 7-11) dari wakil tuan rumah, Berk Oztoprak, keberhasilan Naufal menembus empat besar dunia menjadi sinyal positif bagi regenerasi tenis meja Indonesia.

Melawan Ranking dan Cuaca

Perjalanan Naufal menuju podium tidaklah mudah. Peraih medali perunggu SEA Games 2025 ini harus menumbangkan lawan-lawan dengan peringkat dunia yang jauh di atasnya sejak fase grup hingga delapan besar.

Baca Juga :  Hangzhou Jadi Saksi Perjuangan Putri Kusuma Wardani, Meski Gagal ke Semifinal Tetap Bangga

Ketua ONIC Sports, Yon Mardiyono, mengapresiasi daya juang atletnya yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang kontras dengan Indonesia.

“Hasil ini jadi pengalaman berharga bagi Naufal. Terutama soal menghadapi cuaca dingin Eropa yang hingga mencapai minus 5 derajat celcius di dataran tinggi. Dari performa sudah cukup baik, tinggal bagaimana mengatasi tantangan cuaca,” kata Yon Mardiyono dalam keterangan persnya.

Target besar kini dibidik untuk Naufal yang saat ini menghuni ranking 160 ITTF Junior. Ia diproyeksikan menembus peringkat 60 dunia demi mengamankan tiket Olimpiade Remaja 2026 di Senegal.

“Semoga hasil ini mampu memperbaiki ranking dunia Naufal secara signifikan. Karena target utama kami adalah membawa Naufal lolos ke Olimpiade Remaja 2026,” tambah Yon.

Baca Juga :  Bukan Sekali, Raung Sudah 47 Kali Erupsi di 2025

Progres Signifikan Michael Hartono

Sementara itu, Michael Hartono juga menunjukkan grafik peningkatan yang luar biasa. Tampil di dua nomor sekaligus (U-15 dan U-17), Michael berhasil menembus babak perempat final. Ini merupakan lompatan besar mengingat pada turnamen-turnamen sebelumnya ia kerap kandas di babak penyisihan grup.

Pelatih SCM Lampung, Muhammad Husein, menyambut syukur kemajuan anak asuhnya tersebut.

“Hasil ini cukup bagus karena sebelum-sebelumnya Michael sudah kalah di babak penyisihan. Jadi performanya sudah semakin meningkat dan mulai terbiasa main di turnamen internasional. Mudah-mudahan di kejuaraan dunia berikutnya bisa meningkat lagi ke posisi empat besar,” kata Husein.

Baca Juga :  Janice Tjen Raih Gelar Juara WTA Pertamanya di Chennai Open 2025, Catat Rekor Bersejarah untuk Tenis Indonesia

Dari IPL Menuju Panggung Dunia

Keberhasilan Naufal dan Michael mempertegas pentingnya kompetisi domestik yang kompetitif seperti IPL sebagai kawah candradimuka bagi atlet muda. Pengalaman bertanding di liga lokal yang dipadukan dengan jam terbang internasional menjadi kunci utama peningkatan mental bertanding.

“Inilah pentingnya jam terbang bagi atlet. Selain bermain di kompetisi lokal yang berjenjang seperti IPL, para atlet juga didukung untuk mengikuti turnamen kelas dunia seperti WTTF Series. Program ini kita lakukan terus untuk meningkatkan prestasi tenis meja Indonesia ke kancah dunia,” terang Yon Mardiyono.

Usai laga di Turki, Naufal dan Michael tidak memiliki waktu lama untuk bersantai. Keduanya langsung bertolak menuju Tunisia untuk melanjutkan perjuangan di ajang WTT Youth Contender Tunisia 2026.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com