NARASITODAY.COM, PARIS – Di balik deretan kaleng susu formula yang rapi di rak supermarket, terselip kecemasan yang kini menghantui jutaan orang tua di seluruh dunia. Merespons krisis kontaminasi yang kian meluas, Pemerintah Perancis resmi menurunkan batas aman kandungan cereulide dalam susu formula bayi guna memperkuat perlindungan konsumen.
Kementerian Pertanian Perancis mengumumkan pada Sabtu (31/1/2026) bahwa ambang batas baru ditetapkan sebesar 0,014 mikrogram per kg berat badan, memangkas standar sebelumnya yang berada di angka 0,03 mikrogram.
Ancaman di Balik Rantai Pasok
Cereulide, toksin yang memicu mual dan muntah hebat, terdeteksi bersumber dari sebuah pabrik di China. Pabrik tersebut merupakan pemasok bahan baku utama bagi raksasa industri seperti Nestle, Danone, dan Lactalis. Jejak kontaminasi ini memicu efek domino penarikan produk (recall) di puluhan negara.
“Ambang batas yang lebih rendah kemungkinan akan menyebabkan penarikan produk lebih lanjut di Perancis dalam beberapa hari mendatang,” tulis pernyataan resmi Kementerian Pertanian.
Pengetatan aturan ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan respons atas tragedi yang nyata. Investigasi yang dimulai sejak 23 Januari lalu tengah mendalami dugaan keterkaitan antara kematian dua bayi dengan konsumsi susu formula yang tercemar tersebut.
Tekanan Hukum dan Keresahan Publik
Langkah Perancis ini menyusul pertemuan Uni Eropa pada 28 Januari dan selaras dengan panduan terbaru dari Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA). Namun, bagi banyak keluarga, tindakan ini dianggap terlambat.
Kelompok konsumen Foodwatch telah mengajukan gugatan pidana di Paris mewakili delapan keluarga yang bayinya jatuh sakit. Mereka menuding perusahaan sengaja menunda peringatan kepada publik demi menjaga stabilitas pasar.
“Penarikan produk ini menggambarkan bagaimana satu bahan yang terkontaminasi dapat menyebar melalui rantai pasokan nutrisi bayi, meskipun ada peraturan yang ketat, dan menyebabkan keresahan pasar yang cepat,” tambah kementerian tersebut.
Kini, sementara laboratorium bekerja ekstra keras menguji sampel terbaru, para orang tua hanya bisa menunggu dengan was-was, berharap standar baru ini mampu menjamin keamanan di setiap tetes susu yang dikonsumsi buah hati mereka.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














