NARASITODAY.COM – Persoalan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kabupaten Bogor mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Azwar Anas.
Ia menekankan pentingnya peran Pemkab Bogor dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal penyediaan tempat tinggal yang layak.
Salah satu kasus yang membuatnya miris adalah rumah seorang anak yatim di Kampung Malang Sari, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, yang roboh akibat tak kunjung diperbaiki.
Azwar menyoroti lambannya respons pemerintah daerah terhadap kondisi rumah yang dihuni oleh anak yatim tersebut.
Menurutnya, kasus ini bukanlah yang pertama dan masih banyak rumah tidak layak huni di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
DPRD, katanya, akan terus mendorong Pemkab Bogor untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani masalah ini.
“DPRD terus mendorong agar Pemkab Bogor memberikan solusi terbaik. Anggaran untuk perbaikan Rutilahu sebenarnya sudah ada, tinggal bagaimana memanfaatkannya secara optimal, baik melalui APBD, BAZNAS, atau dana sosial lainnya seperti CSR,” kata Azwar, yang berasal dari Fraksi Partai Nasdem.
Tak hanya menyoroti rumah anak yatim yang rusak, Azwar juga mengingatkan bahwa banyak panti asuhan di Kabupaten Bogor yang belum tersentuh perhatian pemerintah.
Padahal, panti asuhan memiliki peran vital dalam memberikan perlindungan, tempat tinggal, dan pendidikan bagi anak-anak yatim.
“Rumah yatim adalah tempat perlindungan bagi anak-anak yang kurang beruntung. Pemerintah harus lebih sigap, terutama dalam kasus seperti rumah yatim yang rusak akibat angin kencang di Kampung Malang Sari. Setiap bantuan yang diberikan akan sangat berpengaruh pada kualitas hidup mereka,” tegas Azwar.
Ia juga meminta Pemkab Bogor untuk meningkatkan anggaran rehabilitasi rumah tak layak huni, mengingat anggaran yang ada saat ini dinilai masih kurang memadai.
Azwar mengusulkan agar plafon anggaran bantuan dinaikkan dari Rp 15 juta menjadi Rp 25 juta, mengingat harga material yang terus naik.
Hal ini diharapkan dapat membantu warga penerima manfaat membangun rumah yang lebih layak tanpa harus banyak berswadaya.
“Intinya, kami di DPRD akan terus mendorong kesejahteraan anak yatim, mulai dari pendidikan hingga kesehatan. Jika memungkinkan, kami ingin ada program pendidikan gratis hingga tingkat perguruan tinggi bagi anak yatim,” tutupnya.***














