NARASITODAY.COM, BOGOR – Menjelang IdulFitri, biasanya yang dipersiapkan warga adalah baju baru, kue kering, dan jadwal mudik. Namun di area Terminal Leuwiliang, Kabupaten Bogor, yang justru siap menyambut lebih dulu adalah lubang-lubang jalan lengkap dengan genangan airnya.
Kondisi jalan yang rusak dan kerap tergenang ini mulai dikeluhkan para pengguna jalan. Selain membuat kendaraan oleng, lubang yang tertutup air kerap menjebak pengendara, terutama roda dua, yang tak bisa menebak mana genangan biasa dan mana jebakan batman.
Kepala Terminal Leuwiliang, Wahyu Hidayat, tak menampik kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama.
Ia menyebut, penanganan yang dilakukan selama ini masih bersifat darurat dan swadaya.
“Sejak awal kerusakan terjadi, kami bersama warga sekitar sering melakukan penambalan dan pengurugan untuk membantu melancarkan arus lalu lintas,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Artinya, tambal sulam sudah jadi rutinitas. Lubang ditutup, hujan datang, lubang muncul lagi. Begitu seterusnya.
Menghadapi arus mudik Lebaran, Wahyu mengaku sudah melayangkan surat ke instansi terkait agar perbaikan bisa segera dilakukan. Namun, urusan kewenangan lahan masih menjadi ganjalan.
“Kami sudah menyurati pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan instansi jalan nasional. Namun, karena ada kendala soal kewenangan, perbaikan permanen belum bisa dilakukan,” jelasnya.
Sebelumnya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) sempat melakukan normalisasi saluran di bagian depan terminal sekitar satu bulan sebelum Ramadan.
Hasilnya cukup terasa, genangan di area depan berkurang signifikan. Sayangnya, bagian dalam terminal masih sering berubah fungsi menjadi kolam dadakan saat hujan deras turun.
Wahyu menambahkan, pihaknya menunggu cuaca lebih bersahabat untuk kembali melakukan kerja bakti penambalan.
“Kalau dipaksakan saat hujan masih sering turun, material penambal biasanya cepat rusak lagi,” tegasnya.
Sementara itu, pengguna jalan bernama Wandi mengaku harus ekstra waspada setiap melintas. Menurutnya, lubang yang tertutup air sangat berbahaya bagi pengendara motor.
“Jalannya rusak berat dan kerap tergenang air, sehingga sangat membahayakan pengguna roda dua,” ungkapnya.
Ia berharap, sebelum pemudik memadati terminal dan sebelum ada korban jatuh, perbaikan bisa segera direalisasikan.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya, mengingat Idulfitri sudah semakin dekat,” pungkas Wandi.
Wartawan : Andreas














