Peristiwa Pembunuhan Menghebohkan di Swedia, Negara Paling Bahagia Tapi Berjuang Melawan Kekerasan Geng

0
Swedia
Ilustrasi Bendera Swedia berkibar tertiup angin di hari yang cerah.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, UPPSALA – Reputasinya sebagai salah satu dari empat negara paling bahagia di dunia, Swedia kini tengah dibayangi realitas kelam kekerasan geng. Sebuah insiden berdarah di sebuah salon rambut di kota Uppsala menjadi sorotan dunia setelah jaksa resmi mendakwa lima orang atas pembunuhan tiga nyawa yang diduga salah sasaran.

Peristiwa ini bermula pada malam festival Valborg tahun lalu, sebuah perayaan menyambut musim semi yang biasanya dipenuhi tawa 100.000 orang di pusat kota. Namun, suasana hangat itu berubah menjadi horor ketika seorang pemuda melepaskan tembakan membabi buta.

Berdasarkan laporan AFP pada Kamis (5/2/2026), tersangka utama yang berusia 21 tahun awalnya menembak dua pria di luar salon. Meski terluka, salah satu korban berhasil lari dan bersembunyi di toilet salon. Tersangka kemudian merangsek masuk dan menembak mati tiga orang di dalam ruangan tersebut.

Baca Juga :  Vietnam Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Sejak 2011 di Kuartal Ketiga

Naasnya, penyelidikan menunjukkan bahwa mereka yang tewas kemungkinan besar bukanlah target yang direncanakan.

“Korban termuda, yang berusia 15 tahun, tampaknya tidak memiliki hubungan dengan kegiatan kriminal apa pun, dan kemungkinan hanya seorang pelanggan,” kata Jaksa Andreas Nyberg.

Saat penangkapan, polisi menemukan bukti yang memperkuat dugaan adanya praktik pembunuh bayaran profesional. Di tangan tersangka, ditemukan amplop berisi uang tunai sebesar US$11.000 (sekitar Rp185 juta) serta sebuah surat berisi daftar berbagai tugas kriminal.

Baca Juga :  Tertangkap di Jalur Rel, Pelaku Pelecehan di Stasiun Tanah Abang Diserahkan ke Polisi

“Seorang pria berusia 21 tahun didakwa dengan tiga tuduhan pembunuhan, dua tuduhan percobaan pembunuhan, dan pelanggaran senjata berat,” tulis laporan tersebut.

Jaksa menambahkan bahwa tersangka bertindak sebagai “pembunuh bayaran”, meskipun hingga kini belum terungkap siapa dalang yang memerintahkan aksi keji tersebut.

Selain pelaku utama, empat pria lainnya berusia 18 hingga 25 tahun turut didakwa atas peran membantu pembunuhan, pelanggaran senjata, dan melindungi penjahat. Tersangka utama juga diketahui terlibat dalam percobaan pembunuhan terpisah di wilayah Swedia selatan beberapa minggu sebelum tragedi di Uppsala.

Baca Juga :  Brooklyn Beckham Dikritik Usai Unggah Iklan di Tengah Rumor Konflik Keluarga

“Sidang dijadwalkan dimulai pada 18 Februari,” pungkas jaksa.

Tragedi ini menjadi pengingat tajam atas tantangan internal Swedia. Padahal, secara ekonomi, Swedia adalah kekuatan besar dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai US$610,12 miliar pada 2024 atau menyumbang 0,57% ekonomi dunia.

Namun, kekayaan ekonomi tersebut kini harus berhadapan dengan lonjakan kekerasan geng yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, dipicu oleh persaingan perebutan pasar narkoba yang kian memanas di jantung negara Skandinavia tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com