NATASITODAY.COM, PACITAN – Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi di laut dengan kedalaman 10 kilometer, tepatnya pada pukul 01.06 WIB di koordinat 8,98 LS dan 111,17 BT, atau 89 kilometer tenggara Pacitan. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebut kerusakan paling parah terjadi di Pacitan. “Pacitan 1 rumah rusak berat, ambruk,” kata Daryono dalam keterangannya.
Selain Pacitan, kerusakan juga dilaporkan di sejumlah wilayah Jawa Tengah. “Wonogiri 1 rumah rusak ringan, genteng rontok, Bantul 3 rumah rusak ringan yakni dinding retak dan plafon ambrol, Sleman 1 rumah rusak ringan, genteng rontok,” ucap Daryono.
Meski gempa tidak menimbulkan tsunami, guncangan kuat yang dirasakan warga di Pacitan dan sekitarnya menimbulkan kepanikan. Banyak warga berlarian keluar rumah pada dini hari, mencari tempat aman di tengah gelapnya malam.
Bagi warga Pacitan, rumah yang ambruk bukan sekadar bangunan, melainkan simbol perjuangan hidup yang kini harus dibangun kembali dari puing-puing. Di Bantul dan Sleman, retakan dinding serta genteng yang rontok menjadi saksi nyata betapa rapuhnya hunian ketika berhadapan dengan kekuatan alam.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat di pesisir selatan Jawa akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Di tengah ketenangan malam, guncangan seketika mengubah suasana menjadi penuh kecemasan, sekaligus menegaskan bahwa hidup di kawasan rawan gempa menuntut kewaspadaan yang tak pernah boleh surut.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














