NARASITODAY.COM, JAKARTA – Mengonsumsi kurma saat berbuka puasa merupakan sunnah Rasulullah SAW yang telah menjadi kebiasaan umat Islam di berbagai belahan dunia. Menjelang Ramadan 2026, kurma kembali banyak diburu karena rasanya yang manis dan manfaatnya bagi tubuh setelah seharian berpuasa.
Namun belakangan, kesadaran masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk juga semakin meningkat. Salah satunya terkait asal-usul kurma yang beredar di pasaran. Solidaritas terhadap Palestina membuat banyak umat Islam berupaya menghindari produk yang terafiliasi dengan Israel.
Beberapa ciri kurma asal Israel dapat dikenali dari kemasannya. Misalnya, adanya kode barcode 729 yang merupakan kode negara Israel, serta keterangan perusahaan eksportir tertentu. Selain itu, penting juga untuk mencermati label asal negara dan identitas produsen agar tidak salah memilih.
Sebagai alternatif, konsumen disarankan memilih kurma yang mencantumkan keterangan asal produksi secara jelas, termasuk kurma yang berasal dari Palestina atau negara lain yang tidak terafiliasi dengan Israel. Dengan lebih teliti saat berbelanja, umat Islam tetap dapat menjalankan sunnah berbuka puasa dengan kurma sekaligus berbelanja secara lebih bijak dan sadar. (MG3)Â
Editor : Mutiara
Sumber : detikhikmah














