NARASITODAY.COM,JAKARTA – Saat Ramadan, makanan manis sering menjadi pilihan utama untuk berbuka puasa. Dua menu yang paling sering ditemui adalah kurma dan kolak pisang. Meski sama-sama manis dan populer sebagai takjil, keduanya ternyata memiliki kandungan gizi yang berbeda.
Kurma dikenal sebagai sumber gula alami yang cepat diserap tubuh. Buah ini dapat membantu mengembalikan energi dengan cepat setelah seharian berpuasa. Selain itu, kurma juga mengandung zat besi yang dapat membantu mencegah anemia serta kalium yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Tak hanya itu, kurma juga mengandung serat yang cukup tinggi sehingga dapat membantu menjaga kenyang lebih lama dan membuat perut terasa lebih nyaman setelah berbuka.
Di sisi lain, kolak pisang juga menjadi menu favorit saat Ramadan. Makanan ini biasanya terdiri dari pisang, santan, dan gula aren yang menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih.
Pisang dalam kolak mengandung karbohidrat yang dapat memberikan energi bagi tubuh. Namun, penggunaan santan dan gula aren dalam kolak dapat membuat jumlah kalorinya cukup tinggi, terutama jika dikonsumsi dalam porsi besar.
Jika dibandingkan, tiga butir kurma mengandung sekitar 66 kalori tanpa lemak. Sementara itu, satu mangkuk kecil kolak pisang bisa mengandung sekitar 160 hingga 200 kalori dengan tambahan lemak dari santan.
Meski begitu, kolak tetap bisa dinikmati saat berbuka puasa dengan cara yang lebih sehat. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan gula aren serta mengganti santan dengan susu rendah lemak.
Selain itu, mengonsumsi pisang dalam kolak lebih disarankan dibandingkan hanya meminum kuahnya saja. Hal ini dapat membantu tubuh mendapatkan serat serta nutrisi dari buah pisang.
Pada akhirnya, baik kurma maupun kolak pisang tetap bisa menjadi pilihan takjil saat berbuka puasa. Yang terpenting adalah mengonsumsinya dalam porsi yang wajar agar tubuh tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa. (MG3)Â
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














