NARASITODAY.COM, JAKARTA — Kebiasaan minum kopi bagi sebagian orang sudah menjadi rutinitas harian. Namun, bagaimana jika jumlahnya jauh melampaui batas wajar? Seorang wanita bernama Angela membagikan kisah tak biasa soal kecanduannya terhadap kopi yang jumlahnya bisa mencapai hampir 100 cangkir dalam sehari.
Pengakuan tersebut disampaikan Angela lewat serial My Strange Addiction. Wanita berusia 45 tahun itu mengaku telah bertahun-tahun menjalani kebiasaan ekstrem tersebut. Meski begitu, ia awalnya tidak merasa perlu memeriksakan kondisi kesehatannya.
Dorongan datang dari sang anak yang khawatir dengan kebiasaan ibunya. Angela akhirnya berkonsultasi dengan dokter umum, Sweta Shah, untuk mengetahui dampak konsumsi kopi berlebih yang ia lakukan.
Dalam pemeriksaan awal, dokter menanyakan pola makan dan kebiasaan olahraga Angela. Saat itu, Angela masih merasa tubuhnya baik-baik saja dan tidak menganggap konsumsi kopi sebagai masalah serius.
Namun, ketika ditanya lebih lanjut, Angela akhirnya mengungkap bahwa ia bisa menghabiskan hampir 100 cangkir kopi setiap hari. Mendengar hal tersebut, dr Shah langsung menegaskan bahwa jumlah tersebut sangat berlebihan.
“Secara ilmiah, sekitar empat cangkir kopi per hari masih tergolong aman untuk orang dengan ukuran tubuh normal. Lebih dari itu, risikonya adalah keracunan kafein,” jelas dr Shah, dikutip dari laman People.
Konsumsi kafein berlebihan diketahui dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari peningkatan detak jantung, naiknya tekanan darah, hingga gangguan sistem pencernaan seperti diare dan sembelit.
Angela sendiri mengaku mengalami diare setiap hari. Namun, ia menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang normal dan bukan masalah kesehatan serius.
“Saya mengalami diare setiap hari, tapi saya pikir itu hanya bagian dari buang air besar,” ujar Angela.
Pandangan tersebut dibantah oleh dr Shah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dianggap normal, apalagi jika terjadi terus-menerus.
Ia menjelaskan bahwa kafein secara teknis termasuk zat yang bersifat adiktif. Dalam jumlah kecil, kafein memang bisa memberikan efek positif. Namun, jika dikonsumsi berlebihan dan terus-menerus, risiko kecanduan hingga keracunan kafein tidak bisa dihindari.
Dokter pun menyarankan Angela untuk mulai mengurangi konsumsi kopi secara bertahap. Salah satu cara yang dianjurkan adalah mencoba menunda waktu minum kopi setiap pagi dan melihat seberapa lama tubuh bisa bertahan tanpa asupan kafein.
Saat ditanya apakah kecanduan dan keracunan kafein bisa dipulihkan, dr Shah menjelaskan bahwa hal tersebut memungkinkan, asalkan kebiasaan tersebut dihentikan dan tidak dibiarkan berlarut-larut.
Ia bahkan menegaskan bahwa jika konsumsi kopi ekstrem seperti ini terus dilakukan, dampaknya bisa berujung fatal dan berisiko mengancam nyawa.
Kisah Angela menjadi pengingat bahwa meskipun kopi memiliki manfaat, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Menjaga asupan kafein dalam batas aman penting dilakukan demi kesehatan jantung, pencernaan, dan kondisi tubuh secara keseluruhan. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














