NARASITODAY.COM, JAKARTA — Kanker anak masih menjadi salah satu tantangan serius di bidang kesehatan. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang latar belakang ekonomi, sosial, ras, maupun gender. Sayangnya, banyak kasus kanker pada anak yang belum terdeteksi sejak dini, sehingga penanganannya sering terlambat.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Hemato Onkologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Eddy Supriyadi, menjelaskan bahwa kanker pada anak secara umum terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni kanker darah dan kanker padat. Kanker padat sendiri dapat menyerang berbagai organ tubuh, sehingga gejalanya pun sangat beragam.
“Bisa menyerang perut, ginjal, kelenjar getah bening, sampai sistem saraf. Gejala yang muncul sangat tergantung pada lokasi kankernya,” ujar dr Eddy saat berbincang dengan detikcom.
Beberapa jenis kanker padat yang cukup sering ditemukan pada anak antara lain kanker ginjal, neuroblastoma, kanker mata (retinoblastoma), kanker otak, hingga kanker tulang. Kanker otak, misalnya, kerap sulit terdeteksi karena gejalanya bisa ringan di awal, seperti pusing yang terjadi berulang.
Data Global Cancer Observatory (Globocan) memperkirakan jumlah kasus kanker anak baru di Indonesia mencapai sekitar 11–12 ribu kasus setiap tahunnya. Namun, kasus yang berhasil terdiagnosis diperkirakan kurang dari separuh jumlah tersebut. Kondisi ini membuat deteksi dini kanker anak menjadi sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, kanker anak sebenarnya memiliki peluang sembuh yang cukup tinggi. Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat serta tuntas, angka kesembuhan kanker anak bisa mencapai hingga 80 persen.
“Sebagian kasus kemungkinan tidak terdiagnosis, salah diagnosis, atau bahkan meninggal sebelum sempat diketahui penyebabnya,” jelas dr Eddy.
Agar lebih waspada, berikut sejumlah jenis kanker anak yang perlu dikenali beserta gejala umumnya:
Leukemia (kanker darah)
Ditandai dengan demam berkepanjangan, pucat, perdarahan spontan, nyeri tulang atau sendi, hingga kejang dan penurunan kesadaran.
Limfoma (kanker kelenjar getah bening)
Gejalanya meliputi pembengkakan kelenjar getah bening, sesak napas, perut membesar, demam, keringat malam, serta penurunan berat badan.
Retinoblastoma (kanker mata)
Ciri khasnya berupa pantulan putih pada mata (mata kucing), mata merah, nyeri, gangguan penglihatan, hingga mata juling.
Tumor otak
Ditandai dengan sakit kepala yang terus berulang, mual dan muntah, kejang, perubahan perilaku, gangguan penglihatan, serta gangguan keseimbangan.
Tumor ginjal dan neuroblastoma
Biasanya ditandai dengan benjolan di perut, darah pada urine, pucat, penurunan berat badan, serta nyeri dada atau sesak napas bila menyerang area dada.
Osteosarkoma (kanker tulang)
Gejalanya berupa benjolan pada tulang, nyeri yang semakin berat, pembengkakan, hingga anak berjalan pincang.
Selain itu, terdapat pula kanker langka seperti karsinoma nasofaring, sarkoma jaringan lunak ganas, tumor testis dan ovarium, hingga Langerhans Cell Histiocytosis yang dapat menyerang berbagai organ tubuh.
Mengingat beragamnya jenis dan gejala kanker pada anak, orang tua diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi kesehatan anak. Bila muncul gejala yang tidak biasa dan berlangsung lama, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan agar diagnosis dan penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














