Screen Time Berlebihan pada Anak, Ini Risiko Jangka Pendek dan Panjang yang Perlu Diwaspadai

0
ilustrasi anak main HP ketika hendak tidur (pexels.com/Kampus Production)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Penggunaan gawai pada anak kini semakin sulit dihindari. Namun, paparan screen time yang berlebihan ternyata dapat membawa dampak serius bagi tumbuh kembang anak, terutama jika terjadi sejak usia dini. Hal ini kembali menjadi perhatian para tenaga medis karena efeknya tidak hanya dirasakan dalam waktu dekat, tetapi juga bisa berlanjut hingga jangka panjang.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa screen time berlebihan dapat memengaruhi perkembangan fisik, kognitif, hingga kesehatan mental anak. Dampaknya dibagi menjadi dua, yakni jangka pendek dan jangka panjang, tergantung durasi serta usia anak saat terpapar.

Baca Juga :  Belajar dari Sosok Vidi Aldiano, Psikolog Soroti Pentingnya Pola Asuh dalam Membentuk Karakter Anak

Dalam jangka pendek, anak—terutama balita dan bayi di bawah usia dua tahun—berisiko mengalami keterlambatan perkembangan motorik dan bahasa. Selain itu, paparan layar yang terlalu sering juga dapat mengganggu fungsi kognitif serta kualitas tidur akibat sinar biru dari perangkat elektronik.

Beberapa anak bahkan menunjukkan gejala yang menyerupai gangguan spektrum autisme, yang kerap disebut sebagai virtual autism. Kondisi ini biasanya dipicu oleh minimnya interaksi sosial dan terganggunya pola tidur akibat penggunaan layar berlebihan.

Baca Juga :  Ketahui Kandungan Gizi Ikan Kerapu dan Manfaatnya untuk Kehidupan Sehat

Jika kebiasaan ini terus berlanjut, dampaknya dapat berkembang menjadi masalah jangka panjang. Anak berisiko mengalami penurunan fokus, kesulitan belajar, prestasi akademik yang menurun, hingga masalah perilaku sosial. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik akibat terlalu lama di depan layar juga meningkatkan risiko obesitas dan penyakit tidak menular di kemudian hari.

Kelompok yang paling rentan terhadap dampak screen time berlebihan adalah anak usia di bawah lima tahun, terutama pada masa emas perkembangan otak. Pada fase ini, anak membutuhkan stimulasi langsung dari lingkungan sekitar agar tumbuh kembangnya optimal.

Baca Juga :  Inilah 10 Manfaat Daun Cina yang Bikin Kamu Penasaran: Mulai Dari Kesehatan Otak Sampai Kulit

Karena itu, orang tua diimbau untuk lebih bijak dalam mengatur durasi penggunaan gawai pada anak. Membatasi screen time dan memperbanyak aktivitas interaktif seperti bermain, membaca, dan berkomunikasi langsung dapat membantu mendukung perkembangan anak secara lebih seimbang. (MG3)

Editor : Mutiara

Sumber : idntimes.com