Influencer Filipina Meninggal Usai Konsumsi Kepiting Iblis demi Konten

0
influencer
Ilustrasi Kepiting karang beracun.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, PALAWAN – Ambisi untuk menyuguhkan konten kuliner unik berujung duka di Pulau Palawan, Filipina. Emma Amit (51), seorang influencer yang dikenal luas karena aksi makan ekstremnya, dilaporkan meninggal dunia pada 6 Februari lalu. Nyawanya tak tertolong setelah ia mengonsumsi “kepiting iblis” (Zosimus aeneus) yang sangat beracun di depan kamera demi pengikutnya di Facebook dan TikTok.

Tragedi ini bermula pada 4 Februari, saat Amit bersama rekan-rekannya menyisir rimbunnya hutan bakau di dekat kediaman mereka. Di balik akar-akar bakau yang lembap, mereka mencari bahan makanan laut liar yang akan menjadi “bintang” dalam video unggahan terbarunya.

Baca Juga :  Meyden dan BTR Kyy Resmi Menikah, Kisah Cinta Dua Dunia Influencer dan Esports

Setibanya di rumah, Amit segera mengolah hasil tangkapannya. Dalam suasana yang seharusnya penuh keceriaan khas pembuatan konten, ia merebus dan membumbui makanan laut tersebut. Tanpa ragu, Amit mengambil seekor kepiting iblis yang dikenal mematikan dan memakannya di depan kamera untuk diperlihatkan kepada penonton setianya.

Namun, hanya berselang satu hari, “panggung” digital itu berubah menjadi horor nyata. Kondisi kesehatan Amit menurun drastis.

Baca Juga :  Kapolsek Nanggung Pantau Objek Wisata, Pastikan Liburan Aman dan Kondusif

“Amit jatuh sakit parah sehingga harus segera dilarikan ke klinik setempat untuk mendapatkan pertolongan medis pertama,” ujar salah seorang tetangga menggambarkan kepanikan saat itu.

Penderitaan Amit kian memburuk saat tubuhnya mulai mengalami kejang-kejang hebat. Tanda-tanda fatal mulai terlihat ketika bibirnya berubah warna menjadi biru tua—sebuah indikator klinis adanya racun serius yang melumpuhkan sistem tubuhnya.

Meski sempat dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar, tim dokter gagal menjinakkan racun yang sudah menyebar luas. Secara ilmiah, kepiting karang iblis mengandung neurotoksin mematikan yang serupa dengan racun pada ikan buntal, yang hingga kini belum memiliki penawar khusus.

Baca Juga :  Membangun Lingkungan Kerja yang Lebih Baik: 5 Cara Sederhana Menebar Energi Positif di Kantor

Kematian Amit pada 6 Februari, atau hanya dua hari setelah aksi makannya, memicu reaksi keras dari otoritas kesehatan Filipina. Pemerintah setempat langsung mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi makanan laut liar.

Insiden ini menjadi pengingat kelam bahwa di balik gemerlap jumlah views dan likes, ada risiko nyata yang mengintai saat batas antara hiburan dan keselamatan diabaikan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com