NARSITODAY.COM, JAKARTA – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan suasana hangat dan penuh makna. Selain lampion merah, angpao, dan momen kumpul keluarga, buah-buahan juga menjadi bagian penting yang hampir selalu hadir di meja rumah saat Imlek. Menariknya, buah yang disajikan bukan dipilih secara sembarangan.
Dalam budaya Tionghoa, beberapa jenis buah dipercaya membawa hoki, keberuntungan, hingga berkah untuk menyambut tahun yang baru. Tak heran jika buah-buahan ini sering dijadikan suguhan, hantaran, bahkan hadiah untuk keluarga dan kerabat. Berikut lima buah khas Imlek yang dipercaya sarat makna baik.
Jeruk Mandarin, Lambang Rahmat dan Keberuntungan
Jeruk mandarin menjadi buah yang paling identik dengan perayaan Imlek. Dalam bahasa Mandarin, jeruk dikenal dengan sebutan kiet yang berarti rahmat. Karena itu, jeruk dipercaya melambangkan keberkahan yang datang dari Tuhan.
Selain jeruk mandarin berukuran besar, jeruk kecil juga kerap disajikan karena diyakini membawa keberuntungan. Warna oranye cerah pada jeruk pun melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran.
Anggur, Simbol Kelimpahan dan Panen
Anggur sering disajikan dalam bentuk tandan utuh saat Imlek. Bentuknya yang bergerombol dipercaya melambangkan kelimpahan, kesuburan, serta panen yang melimpah.
Keberadaan anggur di meja Imlek juga dimaknai sebagai doa agar rezeki terus mengalir dan keberuntungan senantiasa menyertai keluarga sepanjang tahun.
Nanas, Pertanda Keberuntungan Datang
Buah nanas juga memiliki makna istimewa dalam perayaan Imlek. Dalam bahasa Hokkian, nanas disebut ong lai yang berarti “keberuntungan datang”.
Karena makna inilah, nanas sering disajikan sebagai buah atau diolah menjadi hidangan tertentu. Banyak yang percaya bahwa menyantap nanas saat Imlek bisa mengundang rezeki dan keberuntungan di tahun yang baru.
Apel, Simbol Kedamaian dan Keharmonisan
Apel memiliki pelafalan yang mirip dengan kata “damai” dalam bahasa Mandarin. Oleh karena itu, buah ini melambangkan kehidupan yang aman, tenteram, dan harmonis.
Tak heran jika apel kerap dijadikan hadiah Tahun Baru Imlek. Harapannya, orang yang menerima apel dapat menjalani tahun dengan hati yang tenang dan kehidupan yang seimbang.
Delima, Lambang Keteladanan dan Kebaikan
Delima juga sering hadir dalam perayaan Imlek. Dalam bahasa Mandarin, delima disebut shiliu, di mana kata shi bermakna teladan.
Makna ini mengandung pesan agar setiap orang dapat menjadi contoh yang baik bagi sesama. Selain itu, biji delima yang banyak juga sering dikaitkan dengan harapan akan keberkahan dan keberlimpahan.
Buah-buahan khas Imlek tersebut bukan hanya mempercantik meja makan, tetapi juga menyimpan doa dan harapan baik untuk menyambut tahun yang baru. Menyajikannya menjadi simbol optimisme agar kehidupan di tahun mendatang dipenuhi keberuntungan, kedamaian, dan berkah. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com














