AS dan Iran Dekati Kesepakatan Nuklir Baru di Jenewa

0
Islamabad
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JENEWA – Amerika Serikat dan Iran kembali membuka peluang tercapainya kesepakatan nuklir baru setelah kedua pihak menyepakati putaran lanjutan perundingan di Jenewa yang dimediasi Oman. Upaya diplomasi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan kesiapan militer AS jika jalur diplomasi gagal.

Mengutip Reuters, Senin (16/2/2026), berbeda dari perundingan nuklir 2015 yang bersifat multilateral, negosiasi kali ini dilakukan secara bilateral dengan fokus pada pembatasan program nuklir Iran. Sebagai imbalan, Teheran mengharapkan manfaat ekonomi serta kemungkinan pencabutan sanksi. Iran menyatakan siap melakukan kompromi, termasuk pengenceran uranium tingkat tinggi, jika Washington memberikan keuntungan ekonomis secara cepat.

Baca Juga :  Kisah Nabi Daud AS yang Membuat Hewan dan Manusia Terhenti Mendengarkan Suaranya

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa Presiden Donald Trump memilih jalur diplomasi sebagai prioritas. Namun ia tidak menutup kemungkinan bahwa perundingan bisa gagal dan berujung pada konsekuensi militer.

Tuntutan Iran

Pejabat Iran menekankan bahwa agar kesepakatan bertahan lama, setiap putaran negosiasi harus memasukkan manfaat ekonomi, termasuk kerja sama di sektor energi, pertambangan, dan pembelian pesawat terbang. Tehran menunjukkan fleksibilitas dalam pembahasan, namun tetap mempertahankan batasan nasional terkait pengayaan uranium.

Baca Juga :  Kementerian Luar Negeri RI Percepat Upaya Perlindungan WNI di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah

Putaran kedua perundingan dijadwalkan berlangsung di Jenewa, dengan delegasi kedua negara membahas poin-poin krusial seperti pencabutan sanksi dan batasan program nuklir.

Peran Oman

Oman kembali berperan sebagai mediator, sebagaimana perannya dalam proses diplomasi sebelumnya. Negara Teluk itu menjadi penghubung penting yang memungkinkan komunikasi langsung antara Washington dan Tehran.

Baca Juga :  Rayen Pono Anggap Penghinaan Nama Marga oleh Ahmad Dhani Sebagai Isu Serius Legislator

Perundingan ini menjadi ujian besar apakah diplomasi mampu meredakan konflik berkepanjangan atau justru gagal dan memicu konfrontasi militer yang lebih luas. Di balik meja perundingan, ada harapan bahwa kompromi dapat membuka jalan bagi stabilitas kawasan, sekaligus memberi ruang bagi rakyat Iran untuk merasakan manfaat ekonomi nyata.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com