
NARASITODAY.COM, AUSTRALIA – Langkah tim nasional putri Iran di panggung Piala Asia Wanita 2026 mungkin terjal, namun semangat mereka tetap tegak. Meski harus mengakui keunggulan tuan rumah Australia dengan skor telak 0-4 pada laga kedua Grup A, Kamis (5/3/2026), skuad berjuluk Team Melli Baanova ini memilih untuk melihat kekalahan tersebut sebagai proses “kelahiran kembali” sepak bola wanita di negeri mereka.
Berlaga di bawah tekanan ribuan suporter tuan rumah dan kondisi cuaca yang menantang, para penggawa Iran harus berjuang menghadapi gempuran The Matildas. Kekalahan ini merupakan yang kedua bagi mereka, setelah sebelumnya takluk 0-3 dari Korea Selatan di laga pembuka. Namun, pelatih Marziyeh Jafari tetap memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan anak asuhnya.
Proses Belajar Sang Pendatang Baru
Bagi Jafari, partisipasi dalam turnamen sebesar Piala Asia adalah sekolah berharga. Ia menegaskan bahwa setiap menit di lapangan adalah langkah maju bagi ekosistem sepak bola wanita Iran yang masih berusia muda.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk memainkan pertandingan-pertandingan sulit ini, ini membantu sepak bola wanita di Iran untuk berkembang,” ujar Jafari sebagaimana dikutip dari laman resmi AFC.
Ia menambahkan bahwa berada di tengah persaingan elit Asia adalah cara terbaik untuk mengukur level timnya.
“Sepak bola di Iran masih baru lahir dan kita perlu berpartisipasi dalam turnamen-turnamen besar seperti ini. Saya rasa kami berada di level yang baik (tetapi bermain di sini), itu membantu kita mendapatkan pengalaman dan menjadi lebih baik selangkah demi selangkah,” imbuhnya.
Duka di Ruang Ganti dan Cuaca Buruk
Kekalahan Iran di lapangan bukan tanpa hambatan fisik yang nyata. Jafari membeberkan bahwa timnya harus menghadapi badai cedera yang melanda beberapa pemain kunci tepat sebelum peluit kick-off dibunyikan.
“Kami menjalani pertandingan yang sangat sulit, dengan kondisi cuaca yang buruk; di ruang ganti, kami juga mengalami masalah cedera dan kami tahu itu sulit dan kami tahu mereka telah berusaha sebaik mungkin. Dan, saya menghargai para suporter yang mendukung kami di Australia,” tutur Jafari dengan penuh apresiasi.
Menariknya, pemandangan berbeda tampak saat seremoni pembukaan laga. Jika pada pertandingan perdana mereka memilih aksi diam, kali ini para pemain Iran kembali menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Terkait perubahan sikap tersebut, Jafari memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh.
Misi Pamungkas Melawan Filipina
Hasil ini memastikan tiket babak 16 besar digenggam oleh Australia dan Korea Selatan yang sukses mengemas enam poin sempurna. Sementara itu, Iran kini tertahan di dasar klasemen Grup A tanpa poin.
Namun, harapan belum sepenuhnya padam. Iran akan mengalihkan fokus pada laga pamungkas melawan Filipina yang dijadwalkan pada Minggu (8/3/2026). Pertandingan tersebut akan menjadi pembuktian terakhir bagi Iran untuk menunjukkan bahwa mereka memang terus menjadi “lebih baik selangkah demi selangkah” sebelum angkat koper dari turnamen ini.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com












