NARASITODAY.COM, JAKARTA – Panggung Asian Championship 2026 di India dipastikan akan terasa sepi tanpa kehadiran “Si Otot Kawat” dari Indonesia. Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) telah mengetok palu untuk tidak mengirimkan wakilnya ke ajang yang dijadwalkan berlangsung di India pada 1-10 April mendatang tersebut.
Keputusan ini bukanlah tanpa alasan yang matang. Di balik layar pemusatan latihan, ada strategi besar yang sedang disusun. PABSI memilih untuk menyimpan tenaga para lifter andalannya demi mengejar target yang lebih bergengsi seperti medali emas Asian Games Aichi-Nagoya di Jepang pada September mendatang.
Persoalan Kelas yang Tak Sejalan
Alasan teknis utama di balik absennya Indonesia adalah perbedaan kelas berat yang dipertandingkan. Kejuaraan Asia di India masih menggunakan format 16 kelas lama, sementara peta persaingan dunia kini telah bergeser ke arah kelas baru yang disesuaikan dengan standar Olimpiade.
Manajer Tim Angkat Besi, Pura Darmawan, menjelaskan bahwa memaksakan atlet bertanding di kelas yang tidak sesuai dengan target utama justru akan merugikan perkembangan fisik dan teknis mereka.
“Kami tidak mengirim (atlet) ke India. Salah satu faktornya karena Kejuaraan Asia masih pakai kelas yang lama, sementara nanti ada kelas baru (Olimpiade),” ujar Pura kepada detikSport, Kamis (19/2/2026).
Membidik Aichi-Nagoya sebagai Puncak
Saat ini, Indonesia memiliki barisan lifter kelas dunia yang sedang berada di masa emasnya. Selain Rahmat Erwin Abdullah, sang peraih emas Asian Games 2022, Indonesia kini memiliki Rizki Juniansyah, sosok muda fenomenal pemegang medali emas Olimpiade 2024 Paris.
PB PABSI menilai, lebih bijak bagi Rizki dan kawan-kawan untuk mematangkan persiapan di kelas baru Olimpiade yang juga akan dimainkan di Asian Games mendatang. Langkah ini diambil untuk memastikan konsistensi performa mereka di panggung tertinggi.
“Karena memang target kita di tahun ini, dan target pemerintah kepada angkat besi itu berharap di Asian Games,” tegas Pura.
Daftar Kelas Olimpiade yang Menjadi Fokus
Untuk memberikan gambaran, berikut adalah kelas-kelas baru Olimpiade yang kini menjadi fokus pembinaan prestasi atlet Indonesia:
- Sektor Putra: 65kg, 75kg, 85kg, 95kg, 110kg, dan +110kg.
- Sektor Putri: 53kg, 61kg, 69kg, 77kg, 86kg, dan +86kg.
Dengan keputusan ini, para lifter terbaik tanah air akan memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan periodisasi latihan. Harapannya, saat lonceng Asian Games berbunyi di Jepang nanti, para pahlawan olahraga ini berada dalam kondisi puncak untuk kembali mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













