NARASITODAY.COM, JAKARTA – Tak sedikit orang langsung menyantap makanan dalam jumlah besar saat azan magrib berkumandang. Setelah menahan lapar seharian, muncul dorongan untuk “balas dendam”. Padahal, makan terlalu banyak sekaligus atau memilih hidangan berlemak dan pedas justru bisa memicu gangguan pencernaan, seperti perut kembung hingga heartburn.
Lantas, apa saja pilihan makanan yang aman dan baik dikonsumsi setelah seharian berpuasa?
1. Dahulukan Cairan
Melansir Everyday Health, setelah berjam-jam tanpa asupan, tubuh pertama-tama membutuhkan cairan. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik. Selain itu, susu, jus buah, atau smoothie juga dapat dikonsumsi.
Minuman-minuman ini membantu mengembalikan vitamin dan mineral tanpa membuat sistem pencernaan “kaget” karena harus bekerja berat secara tiba-tiba.
2. Kurma dan Buah Kering
Kurma sudah sangat lekat dengan Ramadan. Selain menjadi bagian dari tradisi, kurma mengandung karbohidrat alami, serat, vitamin, serta mineral.
Satu butir kurma Medjool tanpa biji mengandung sekitar 18 gram karbohidrat. Buah kering lain seperti aprikot kering dan kismis juga bisa menjadi alternatif karena kaya serat dan mikronutrien. Meski menyehatkan, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan.
3. Sup Hangat yang Ringan
Setelah minum dan menyantap kurma, sup hangat dapat menjadi pilihan berikutnya. Sup berbahan kacang-kacangan seperti lentil atau kacang merah mengandung protein yang membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Jika ditambah nasi atau pasta, tubuh pun memperoleh tambahan energi.
Teksturnya yang lembut membuat sup lebih mudah dicerna oleh lambung yang sebelumnya kosong seharian.
Bolehkah Makan Daging?
Makanan tinggi protein, termasuk daging, tetap boleh disantap saat berbuka. Namun, sebaiknya pilih sumber protein rendah lemak seperti ikan atau protein nabati dibandingkan daging merah berlemak.
Selain itu, makanlah secara perlahan dalam porsi kecil agar sistem pencernaan tidak kaget.
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Puasa?
Selama berpuasa, tubuh beralih dari menggunakan glukosa sebagai sumber energi menjadi membakar lemak, terutama jika durasinya cukup panjang. Proses ini dapat menurunkan kadar gula darah dan insulin, sekaligus membantu pembakaran lemak.
Sejumlah penelitian juga menyebutkan bahwa puasa dapat membantu menekan peradangan, menjaga tekanan darah, meningkatkan kesehatan usus, hingga memperbaiki kualitas tidur. Selain itu, puasa berperan dalam mengurangi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas.
Namun, bila tubuh tidak mendapatkan cukup cairan, bisa terjadi dehidrasi ringan dengan gejala seperti sakit kepala, lelah, dan sulit berkonsentrasi. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan membaik setelah kebutuhan cairan tercukupi saat berbuka.
Jika muncul pusing berat hingga sulit berdiri, segera konsumsi air, terutama minuman yang mengandung gula dan garam seperti minuman elektrolit.
Dengan memilih menu yang tepat dan menghindari makan berlebihan, momen berbuka bisa tetap nyaman tanpa risiko kembung maupun heartburn. (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : insertlive.com














